Klenteng Hok Keng Tong Cirebon

Klenteng Hok Keng Tong Cirebon
Klenteng Hok Keng Tong Cirebon

Klenteng Hok Keng Tong Cirebon

Klenteng Hok Keng Tong Cirebon

Namo Buddhaya - Terakhir kali kita sudah melihat Klenteng Dharma Bakti Klenteng di Tengah Laut Kakap, buat teman-teman yang belum melihatnya bisa baca terlebih dahulu artikel klenteng sebelumnya.

Pada kesempatan yang baik ini kita akan sedikit mengulas sebuah klenteng yang terletak di Cirebon. Mungkin sudah tidak asing juga buat teman-teman sebab pernah mampir juga ke klenteng ini.

Klenteng Hok Keng Tong atau Vihara Dharma Sukha terletak di Jln. Pasar Kue Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Awal sejarah kisah berdirinya klenteng ini bermula dari eksodus Tiongkok

Kala itu, kawasan Plered masih berupa rawa-rawa, sehingga bangsa Tiongkok bisa melabuhkan kapal dagangnya. "Mereka melihat tanahnya subur dan tinggal di sini, kemudian mendirikan Klenteng Hok Keng Tong," kata Ketua Yayasan Hok Keng Tong Dharma Sukha, Kusnadi Halim (62).

Menurut Kusnadi, dilihat dari tulisan mandarin yang terdapat di prasasti kayu itu, Kelenteng Hok Keng Tong dibangun pada masa Kaisar Cien Long di Tiongkok yang berkuasa pada tahun 1300 hingga 1400 awal.

"Jadi, atas dasar itu saya berani mengatakan kelenteng ini di bangun sejak 1389," ujar Kusnadi Halim.

Ruang utama di bagian belakang yang merupakan ruang suci utama sebagai tempat patung dewa-dewa utama yang terbuat dari kayu, terbagi menjadi tiga bagian. Patung dewa utama yang diletakkan di ruang tengah yaitu dewa Hok Tek Ceng Sin (dewa bumi), di sebelah timurnya yaitu dewa Kwan Kwong, dan di sebelah baratnya yaitu dewa Kwan Im.

Klenteng Hok Keng Tong Cirebon

Di sebelah kanan (sebelah timur) terdapat bangunan baru terdiri atas ruangan-ruangan. Urutan-urutan dari depan yaitu,dapur,rumah penjaga, altar Budha, dan kantor.

Menurut informasi, bangunan ini merupakan pindahan dari arah belakang (utara) yang berjarak ± 500 m dari tempat sekarang ini. Pindahan ini telah dilakukan sejak 600 tahun lalu. Pemugaran telah dilaksanakan sejak dipindahkan kearah utara (tempat sekarang).

Selanjutnya tahun 1989 genting diganti, sedangkan kayu-kayu pendukung atap tidak diganti (masih asli). Lantainya yang semula dari tanah, diganti menjadi keramik. Kondisi ini masih terawat dan dikelola oleh pengurus yayasan.

Klenteng ini cukup ramai dikunjungi dan sangat aktif sekali dalam berbagai kegiataan keagamaan, salah satunya Sembahyang Cioko yang biasa dilakukan untuk mendoakan para Leluhur dan masih banyak lagi.

Mungkin jika ada kesempatan dan waktu luang teman-teman dapat langsung ke klenteng Hok Keng Bio ini.

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Karena tidak semua pertanyaan bisa saya jawab. Untuk itu mari bergabung dengan Forum Diskusi dari situs Buddha.id agar kita semua dapat bertukar pikiran serta berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya Gabung Forum. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.