Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk

Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk
Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk

Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk

Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk

Buddha.id - Namo Buddhaya, Sebelum kita mengulas tentang topik dana dalam agama buddha kita simak terlebih dahulu uraian singkat ini.

Agar lebih memudahkan dalam memahami proses berdana secara keseluruhan, akan diberikan perumpamaan 'berdana' bagaikan 'bertani'. Di Peta Vathu, Khuddaka Nikaya, Sutta Pitaka48 dikatakan, "Penerima dana bagaikan ladang (tanah), pemberi dana bagaikan petani, objek yang didanakan bagaikan biji (benih), dan hasil yang didapat selama mengarungi samsara bagaikan buah dari pohon".

Dalam hal apapun, untuk memulai sesuatu seseorang harus memiliki niat/kehendak hati (cetana). Seorang petani bisa saja mempunyai ladang yang subur, biji/benih pohon yang sangat baik, pupuk, sumber air, dan sebagainya.

Namun demikian, bila dia tidak ada niat sama sekali untuk bertani, maka proses bertani pun tidak akan pernah terjadi. Begitupun dalam berdana, penderma boleh memiliki semua yang dia perlukan untuk berdana, tetapi bila tidak ada cetana untuk melakukannya, proses berdana tidak akan pernah terwujud. Jadi, cetana adalah hal yang paling menentukan dalam hal apapun.

Penerima Dana Bagaikan Ladang (Tanah)

Tanah yang subur sangat menentukan pertumbuhan dan juga produktivitas pohon yang ditanam. Rumput-rumput liar, batu-batuan, dan sampah plastik adalah tiga hal utama yang dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan pohon. Semakin sedikit kadar dari ketiga hal ini, semakin baik; karena suplai makanan dari tanah ke pohon dan pertumbuhan akar pohon dapat berjalan dengan baik.

Apalagi bila tanah tersebut terbebas dari ketiganya, maka dapat dipastikan pohon yang ditanam di tanah tersebut akan tumbuh dengan sangat baik dan menjadi pohon yang sangat produktif. Begitu juga moralitas dan terutama sekali kebijaksanaan penerima sangatlah menentukan hasil dari dana.

Dana merupakan perbuatan yang paling mudah dilakukan dan merupakan awal dari semua perbuatan baik lainnya. Orang hidupnya miskin, karena kehidupan lampaunya tidak pernah berdana. Untuk dapat mengubah nasibnya, dia justru harus banyak berdana pada kehidupan sekarang. Dana tidak hanya berbentuk uang atau materi, tetapi bisa berbentuk tenaga, bisa berbentuk nasihat, bisa berbentuk senyum, dsb.

Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk, yaitu;

Amisa Dana yaitu dana materi seperti: uang, makanan, air, obat, darah, kornea mata, bunga, lilin, dan dupa.

Paricaya Dana yaitu dana dalam bentuk tenaga.

Abhaya Dana yaitu dana dalam bentuk memaafkan, memberi rasa aman, rasa nyaman dan menyelamatkan kehidupan makhluk.

Dhamma Dana Yaitu dana dalam bentuk ajaran benar seperti ceramah, cetak buku dhamma, cetak vcd atau dvd dhamma. Berdasarkan keempat bentuk dana tersebut, Dhamma Dana adalah bentuk dana yang tertinggi.

Sekian uraian singkat tentang Dana Dalam Agama Buddha dikelompokkan Kedalam Empat Bentuk, semoga informasi membawa manfaat untuk kita semua. Dari keempat kelompok dana tersebut situs ini masuk ke Amisa Dana dan Dhamma Dana, dengan kegiatan kecil berbagi sembako serta cetak sutra/paritta. Semoga situs ini dapat terus melanjutkan kegiatan cetak sutra dhamma dikemudian hari.

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Update : Cetakan Sutra Sebab Akibat Jild 5 Telah di Buka Pada 18/06/2018. Selengkapnya Bisa Lihat Disini. Salam Metta _/|\_ premium

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.