Sudah Menjadi Tradisi Memberikan Angpao Pada Tahun Baru Imlek

Sudah Menjadi Tradisi Memberikan Angpao Pada Tahun Baru Imlek
Sudah Menjadi Tradisi Memberikan Angpao Pada Tahun Baru Imlek

Sudah Menjadi Tradisi Memberikan Angpao Pada Tahun Baru Imlek

Sudah Menjadi Tradisi Memberikan Angpao Pada Tahun Baru Imlek

Buddha.id - Sebentar lagi tepatnya tanggal16 Februari 2018 Masyarakat Tionghoa (Chinese) akan merayakan Tahun Baru Imlek. Jika di Singkawang sendiri sudah sangat meriah menyambut Tahun Baru Imlek 2018 ini dengan memasang ribuan lampion disepanjang jalan Selengkapnya.

Bicara Angpao tentunya sudah sangat familiar sekali, setiap Imlek pastinya kita akan memberikan Angpao dan seakan sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dihilangkan. Angpao (Hanzi) adalah amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Sejak lama, warna merah melambangkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kebudayaan Tionghoa. Warna merah menunjukkan kegembiraan, semangat yang pada akhirnya akan membawa yang nasib baik bagi penerimanya.

Baca juga: Tradisi Yang Biasa Dilakukan Pada Saat Tahun Baru Imlek

Dalam kamus berbahasa Mandarin istilah Angpao didefinisikan "uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan". Hong memiliki arti marga Hong; merah, populer, revolusioner, bonus". Bao memiliki arti "menutupi, membungkus, memegang, memasukkan, mengurusi, kontrak, kemasan, pembungkus, kontainer, tas, menerima, bungkusan".

Namun tentunya makna angpao sebenarnya bukan hanya pada saat perayaan Imlek saja, sebab angpao dapat melambangkan kegemibaran serta semangat yang akan membawa nasib baik. Sehingga pada saat tertentu seperti pernikahan, ulang tahun selalu saja ada yang memberikan angpao.


Angpao pada tahun baru Imlek sendiri mempunyai istilah khusus yaitu “Ya Sui“, yang artinya hadiah yang diberikan untuk anak-anak berkaitan dengan pertambahan umur/pergantian tahun. Di zaman dulu, hadiah ini biasanya berupa manisan dan makanan. Untuk selanjutnya, karena perkembangan zaman, orang tua merasa lebih mudah memberikan uang dengan membiarkan anak-anak memutuskan hadiah apa yang akan mereka beli. Tradisi memberikan uang sebagai hadiah Ya Sui ini muncul sekitar zaman Ming dan Qing. Dalam satu literatur mengenai Ya Sui Qian dituliskan bahwa anak-anak menggunakan uang untuk membeli petasan dan manisan. Tindakan ini juga meningkatkan peredaran uang dan perputaran roda ekonomi di Tiongkok di zaman tersebut.

Menurut tradisi, pemberian uang angpao tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa aturan yang dipercaya harus dilakukan sebelum memberikan angpao. Tujuannya agar uang angpao itu tetap membawa keberuntungan.

Berikut aturan memberikan uang angpao sesuai tradisi:

1. Penerima angpao
Penerima angpao yang sudah pasti dapat adalah anak-anak. Selain itu, angpao juga wajib diberikan seorang anak (sudah menikah) kepada orangtuanya. Anak yang sudah menikah juga boleh menerima angpao, tetapi hanya dari orangtuanya saja. Mereka yang sudah dewasa dan mapan tetapi belum menikah, tetap berhak menerima angpao.

2. Nominal uang angpao
Jumlah uang angpao boleh berapa saja sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Namun menurut tradisi China, uang angpao tidak boleh mengandung angka 4, misalnya Rp 4.000 atau Rp 40.000 dan seterusnya. Pasalnya, angka 4 seperti menyebutkan kata mati.

Selain itu, jumlah uang angpao juga tidak boleh ganjil. Menurut tradisi, jumlah ganjil merupakan angka sial yang harus dihindari saat memberikan angpao.

3. Kata-kata pada amplop angpao
Kata-kata yang ditulis di amplop angpao sebaiknya berhubungan dengan kebahagiaan, kemakmuran, keberuntungan, kesehatan, dan panjang umur. Diharapkan, kata-kata tersebut bisa menjadi doa yang baik di tahun baru.

4. Uang angpao
Menurut tradisi lama, uang angpao yang diterima dari orang lain tidak boleh dibelanjakan, karena dianggap sebagai pemberian Dewa Cai Shen (Dewa Uang). Sebaiknya, uang angpao tersebut disimpan di kantong celana atau di dompet.

Terlepas dari semua itu, banyak orangtua yang berpesan, “jangan melihat angpao dari jumlah isinya, tetapi lihatlah dari warna merahnya (lambang keberuntungan dan kemakmuran) serta doa yang diberikan.”

Sumber: http://ciricara.com/2013/02/07/aturan-dalam-memberi-angpao-imlek/ (diakses pada tanggal 27 Januari 2015 Pukul. 08.40 Wib)

http://id.wikipedia.org/wiki/Angpau (diakses pada tanggal 27 Januari 2015 Pukul. 08.50 Wib)

http://www.tionghoa.info/tradisi-memberikan-angpao/ (diakses pada tanggal 27 Januari 2015 Pukul. 08.33 Wib)

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Update : Cetakan Sutra Sebab Akibat Jild 5 Telah di Buka Pada 18/06/2018. Selengkapnya Bisa Lihat Disini. Salam Metta _/|\_ premium

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.