Pengertian Nibbana dan Jalan Menuju Nibbana

Pengertian Nibbana dan Jalan Menuju Nibbana
Pengertian Nibbana dan Jalan Menuju Nibbana

Pengertian Nibbana dan Jalan Menuju Nibbana

Pengertian Nibbana dan Jalan Menuju Nibbana

Pemahaman kita tentang Nibbana sulit kita dapatkan dari hanya membaca buku-buku saja. Nibbana bukanlah sebuah subyek untuk dimengerti oleh orang yang pandai saja, ini adalah suatu keadaan diluar keduniawian.

Nibbana yang hanya berdasarkan intelektual adalah mustahil. Kerena hal ini bukan suatu masalah yang dicapai berdasarkan pemikiran yang logis. Kata-kata Sang Buddha memang masuk diakal, tetapi Nibbana yang merupakan tujuan terakhir agama Buddha berada diluar jangkauan logika. Meskipun demikian, dengan membayangkan segi positif dan negatif dari kehidupan, kesimpulan yang logis timbul dalam pertentangan suatu keadaan kehidupan yang luar biasa, pasti ada suatu keadaan tanpa penderitaan, tanpa kematian, tanpa kondisi.

Nibbana adalah sebutan bahasa Pali dan Nirvana adalah bahasa Sansekerta. Nibbana terdiri dari kata Ni yang artinya padam dan Vana berarti Jalinan atau Keinginan. Keinginan ini bertindak sebagai suatu tali yang menghubungkan suatu kehidupan dengan kehidupan yang lain.

Nibbana juga diterangkan sebagai pemadam api nafsu keinginan (Lobha), kebencian (Dosa), dan khayalan (Moha). Selama seseorang terikat dengan Keinginan atau Kemelekatan orang tersebut menimbun kegiatan Kamma baru yang pesti terwujud dalam bentuk seseorang atau bentuk yang lain dalam lingkaran kelahiran dan kematian yang terus menerus.

Bila semua bentuk keinginan dibasmi, daya kemampuan Kamma berhenti bekerja, dan seseorang mencapai Nibbana, terlepas dari lingkaran kelahiran dan kematian. Nibbana disini bukanlah suatu ketiadaan, melainkan seseorang yang tidak dapat merasakan dengan panca indranya. Hal itu sama saja dengan menyimpulkan bahwa cahaya tidak ada karena orang buta tidak melihatnya.

Jika Nibbana merupakan sebuah ketiadaan, Nibbana harus benar-benar sama dengan ruang (Akasa). Baik ruang maupun Nibbana adalah abadi dan tidak berubah. Ruang abadi karena tidak ada apa-apa di dalamnya. Nibbana tidak berruang dan tanpa batas waktu. Oleh karena itu Nibbana umat Buddha bukan suatu ketiadaan maupun bukan suatu penghentian belaka.

Lanjutkan membaca artikel lengkapnya langsung dari sumbernya ( Click Here )
Sumber Gambar: tisarana.net

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Karena tidak semua pertanyaan bisa saya jawab. Untuk itu mari bergabung dengan Forum Diskusi dari situs Buddha.id agar kita semua dapat bertukar pikiran serta berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya Gabung Forum. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.

"Namo Buddhaya..."

Terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini untuk situs Buddha.id.

Semoga Sang Tiratana selalu melimpahkan berkah kesejahteraan, rejeki dan kesuksesan Untuk Kita Semua
"Sadhu..Sadhu..Sadhu...".

×