Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)
Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Soei Goeat Kiang- Indonesia diberkahi banyak sekali budaya termasuk dari China. Maka tak heran jika di negara kita ini sangat banyak klenteng dan vihara yang tersebar di berbagai kota dan menariknya lagi semua itu tidak kalah megah seperti diluar negeri kita punya Pagoda Avalokitesvara dan masih banyak lagi.

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang atau orang menyebut juga (Soei Goeat Kiang) atau Klenteng Kwam Im ini terletak di Jln. Perikanan sebelum menuju Dermaga 10 Ulu. Dua cara untuk mencapai kelenteng ini adalah dengan jalan darat dan jalan sungai. Klenteng yang dibangun pada masa Kesultanan Palembang Darussalam dan Kolonial Belanda ini merupakan klenteng pengganti dari yang terbakar di Kampung 7 Ulu.

Menurut sejarah pembangunan klenteng kampung 10 Ulu terdapat makam seorang panglima Palembang keturan Tionghoa bernama Ju Sin Kong atau biasa disebut Apek Tulong. Dia beragama Islam. Sebelum dijadikan klenteng, setiap orang berziarah ke situ mendapatkan keberkahan atau terbebas dari penyakit.

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Memasuki halaman Klenteng Chandra Nadi, aroma dupa (hio) wangi langsung menusuk ke hidung. Dupa sebagai salah satu sarana yang dipercaya sebagai penghubung ke Thien. Dalam arti Thien disebut “langit” atau sebagai Tuhan. Melangkah masuk ke dalam, kita akan bertemu dengan altar-altar dewa mulai dari altar Dewi Maco Po atau penguasa laut (juga disebut sebagai dewi yang menguasai setan dan iblis) dan altar Dewi Kwan Im atau penolong orang yang menderita sudah tersusun secara berurut.

Selain itu, ada altar Sakyamoni Buddha (Sidharta Buddha Gautama), altar Bodhisatva Maitreya (calon Buddha), altar Dewi Kwan Tee (pelindung dharma), altar Dewi Paw Sen Ta Tee atau dewi uang dan pemberi rezeki. Kemudian altar Dewi Chin Hua Niang Niang atau Dewi Mak Kun Do, altar Giam Lo Ong (raja neraka), dan altar Dewa Toa Pek Kong berbentuk macan.

Di bagian belakang klenteng terdapat satu altar yang berisi kumpulan berbagai patung titipan umat. Klenteng itu digunakan umat dari tiga agama dan kepercayaan untuk berdoa.Ketiga agama dan kepercayaan yang diakomodasi di klenteng ini adalah Buddha, Tao, dan Konghucu.

Klenteng ini sangat terkenal bukan hanya di Palembang saja namun wisatawan dari luar negeri terkadang banyak yang berkunjung ketempat ini. Arsitektur bangunan klenteng ini umumnya sama pada klenteng lainya terdapat simbol naga pada tiang-tiang bangunan dan terukir sangat indah sekali.

Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang)

Sekian informasi tentang Klenteng Chandra Nadi Tertua di Palembang (Soei Goeat Kiang), dilain kesempatan Admin akan coba ulas klenteng dan vihara lainnya yang ada di Indonesia ini. Jika ada waktu serta kesempatan kalian dapat berkunjung ke klenteng Kwan Im ini.

Refrensi: http://palembang-tourism.com/berita-392-klenteng-soei-goeat-kiang.html

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Karena tidak semua pertanyaan bisa saya jawab. Untuk itu mari bergabung dengan Forum Diskusi dari situs Buddha.id agar kita semua dapat bertukar pikiran serta berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya Gabung Forum. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.