Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi

Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi
Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi

Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi

Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi

Buddha.id - Namo Buddhaya, sebelum kita membaca uraian tentang Berdana Kebajikan Tanpa Memberikan Uang Atau Materi ada baiknya teman-teman melihat postingan sebelumnya yaitu Perumpamaan Tentang Berdana. Sering kali kita mendengar atau mungkin para pembaca situs ini pernah mengalami hal yang menyebabkan kita menjadi malas untuk berdana?

Hal tersebut terjadi dikarenakan kita melihat sudut pandang berdana hanya melalui Uang atau Materi saja sehingga ketika kita tidak mempunyai Uang niatan kita untuk melakukan kebajikan berdana menjadi hilang. Mulai saat ini kita tidak boleh punya pemikiran seperti itu, berdana tidak harus mengeluarkan uang atau materi.

Buddha bersabda ada 7 Jenis Berdana tanpa uang sepeser pun, tetapi dapat memperoleh Pahala Besar.
  1. Dana kebajikan mata
  2. Dana kebajikan menampilkan raut muka yang damai dan rupa menyenangkan
  3. Dana kebajikan ucapan yang santun dan bermanfaat
  4. Dana kebajikan tubuh
  5. Dana kebajikan hati
  6. Dana kebajikan memberikan tempat duduk atau tempat rebahan
  7. Dana kebajikan meminjamkan tempat tinggal

1. Dana kebajikan mata

Senantiasa mempergunakan mata penglihatan untuk memandang sisi yang baik
terhadap Orang Tua, Guru dan Semua Orang,
tidak mempergunakan mata dan memandang sisi yang buruk kepada Semua Orang.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)
akan memiliki mata yang terang dan murni,
kelak jadi Buddha memiliki mata Dewa dan mata Buddha,
ini dinamakan Pahala Besar Pertama.

2. Dana kebajikan menampilkan raut muka yang damai dan rupa menyenangkan

Terhadap Orang Tua, Guru dan Semua Orang
tidak menampakkan raut muka yang bengis, jahat atau buruk rupa,
melainkan menampilkan raut muka yang damai dan rupa menyenangkan.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)
akan memiliki rupa yang menawan dan agung,
kelak jadi Buddha memiliki rupa tubuh yang bercahaya emas, ini dinamakan Pahala Besar Ke-dua.

3. Dana kebajikan ucapan yang santun dan bermanfaat

Terhadap Orang Tua, Guru dan Semua Orang ,
senantiasa berbicara sopan, lembut dan bermanfaat, tidak berbicara kasar dan jelek.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)

akan memiliki kepandaian dan kemampuan gaib dalam berbicara.

Apa yang dibicarakan semua Orang menyukai, menerima, menyakini dan melaksanakan-nya,

kelak jadi Buddha memiliki empat kepandaian handal, ini dinamakan Pahala Besar Ke-tiga.

4. Dana kebajikan tubuh

Terhadap Orang Tua, Guru dan semua Praktisi yang melatih diri,
bila bertemu menyambut dengan berdiri, memberi hormat ( wensin ) atau ber-namaskara,
dimana pun dan terhadap siapa pun senantiasa memberi hormat dan rendah hati tidak sombong.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)

akan memiliki tubuh yang indah rupawan, tubuh yang tegap dan tinggi besar,
bila Orang melihat-nya senantiasa menghormati,

kelak jadi Buddha bagaikan pohon lebat yang tinggi besar, sulit dapat melihat ubun-ubun-nya,
inilah dinamakan Pahala Besar Ke-empat.

5. Dana kebajikan hati

Walaupun dapat memberikan 4 Jenis Dana yang disebutkan sebelum-nya,
tetapi bila tidak mempunyai hati damai dan berkebajikan maka tidak disebut berdana.

Hati berkebajikan penuh kedamaian dan senang berbuat kebajikan,
jikalau memiliki hati damai dan kebajikan ini dalam dan luas maka dinamakan dana hati.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)

akan memiliki hati yang terang dan murni,
tidak bodoh dan gila,

kelak jadi Buddha, memperoleh hati yang memiliki semua Kebijaksanaan,
ini dinamakan dana hati yang merupakan Pahala Besar Ke-lima.

6. Dana kebajikan memberikan tempat duduk atau tempat rebahan

Bilamana melihat Orang Tua, Guru atau semua Orang,
dimana pun Ia rela berdiri dan mempersilahkan duduk atau rebahan di tempat yang tersedia,
sampai bangku pribadi yang nyaman pun Ia ikhlaskan
untuk memberikan kesempatan duduk kepada Orang Lain.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)

akan senantiasa memiliki kemuliaan dan tempat duduk atau rebahan yang terbuat dari tujuh permata,

kelak jadi Buddha memperoleh “bangku Dharma berbentuk singa”,
ini dinamakan Pahala Besar yang Ke-enam.

7. Dana kebajikan meminjamkan tempat tinggal

Terhadap Orang Tua, Guru dan semua Orang
dapat mempersilahkan tempat tinggal-nya sementara untuk dihuni
bagi Orang yang melaksanakan perjalanan jauh,
melayani dengan telaten dan gembira.

Orang ini setelah melepaskan tubuh-nya (meninggal dunia)
dan menerima tubuh-nya kembali (kelahiran kembali)

akan senantiasa memiliki tempat tinggal istana dengan mudah,

kelak jadi Buddha dimana pun dan kapan pun memperoleh kedudukan
di atas mustika permata dan bunga teratai.
Ini dinamakan Pahala Besar yang Ke-tujuh.

Wujud tujuh dana kebajikan ini semua dilakukan dari peran hati dan perilaku bajik,
tidak pergunakan dana materi, tetapi kesemuaan ini memperoleh balasan Pahala yang sangat besar.


Dikutip: http://forsharingknowledge.blogspot.co.id/2010/05/dhamma-berdana-kebajikan-tanpa.html
Sumber: Majalah Buddhis - Harmoni
No.16/01/I/HAR/10
Artikel : Corak dan Manfaat Berdana ( oleh YM Bhiksu Tadisa Paramita Sthavira )
Halaman 75-76
Gambar: buddhistdoor.net

Your Reactions:

Bila berkenan, Anda juga bisa membantu pengembangan blog ini dengan Paypal atau bisa juga Memberi Donasi

Update : Cetakan Sutra Sebab Akibat Jild 5 Telah di Buka Pada 18/06/2018. Selengkapnya Bisa Lihat Disini. Salam Metta _/|\_ premium

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.