Vihara Dharmayana - Kuta, Bali
Vihara Dharmayana - Kuta, Bali

Vihara Dharmayana - Kuta, Bali

banner
Vihara Dharmayana - Kuta, Bali

Buddha.id
- Namo Buddhaya, kita pasti sudah mengetahuinya jika Bali merupakan salah satu tempat liburan yang sangat terkenal akan keindahan alamnya terutama pantai-pantai serta ukiran-ukiran patung yang sangat indah dan mempesona. Namun pada kesempatan yang baik ini kita tidak akan mengulas detail satu persatu tempat tujuan wisata Bali melainkan kita akan mengulas sedikit tentang Vihara Dharmayana.

Vihara Dharmayana yang terletak dipusat keramaian Kuta dan Kuta sendiri dikenal sebagai tempat untuk kehidupan malam yang tidak ada matinya (tidak pernah sepi) dan terkenal dengan matahari terbenam, tidak begitu banyak tempat untuk mencari kedamaian dan ketenangan. Diantara kekacauan lalu lintas Kuta, anda akan terkejut jika menemukan kuil Buddha yang tenang (satu-satunya candi Budha di Kuta), Vihara Dharmayana Temple.

Baca juga: Vihara Dharma Giri Tabanan Bali Yang Terkenal Akan Patung Buddha Tidurnya

Orang lokal mengenalnya dengan sebutan Kongco Kuta dan didirikan sejak tahun 1876. Ini merupakan salah satu situs Buddha di Bali (hanya ada lima) bahwa Dalai Lama ke-14 mengunjungi Bali pada tahun 1982.

Vihara Dharmayana - Kuta, Bali

Terletak di jalan satu arah yang selalu sibuk Jl. Blambangan, kita juga bisa mengaksesnya dari Jl. Singo Sari, dimana lebih mudah untuk parkir.

Masuk dari Jl. Singo Sari, anda melangkah ke sebuah halaman yang teduh damai yang tampak satu juta mil jauhnya dari keramaian dan hiruk pikuk Kuta. Ke kiri terdapat Pagoda yang dikelilingi oleh kolam yang penuh dengan ikan Koi dan Kura-Kura kecil.

Vihara Dharmayana - Kuta, Bali

Tempat ibadah yang unik dibawah pohon beringin yang terdapat "empat wajah sang buddha" merupakan tempat untuk melakukan persembahyangan dan batang dupa-dupa harum di tempatkan di altar menambah suasana spiritual tempat ini.

Mungkin itu saja ulasan singkat tentang Vihara Dharmayana - Kuta, Bali. Kamu dapat melanjutkan membaca dan melihat detail lengkap tentang vihara ini pada Postingan ini.

Aku tidak pernah mengajarkan bahwa berdana itu tidak ada gunanya. Meskipun orang membuang sisa-sisa makanan dari panci atau mangkok kedalam sebuah tambak atau telaga dan mengharap agar para makhluk dapat memperoleh makanan, perbuatan ini pun merupakan sumber dari kebaikan, apalagi dana yang diberikan kepada sesama manusia" Inilah yang Sang Tathagatta ajarkan. (Anggutara Nikaya III,57). Support Dana Kasih

Your Reactions:

Info Buddhis : (Kegiatan Terakhir 2017) Mari danai cetakan paritta jilid 6 bersama Buddha.id DISINI. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.