Chang Janto Bocah Penjual Sayur Ingin Menyembuhkan Sakit Yang Diderita Ibunya

Chang Janto Bocah Penjual Sayur Ingin Menyembuhkan Sakit Yang Diderita Ibunya

25 Juli 2017

Chang Janto Bocah Penjual Sayur Ingin Menyembuhkan Sakit Yang Diderita Ibunya

Paritta Suci
Chang Janto Bocah Penjual Sayur Ingin Menyembuhkan Sakit Yang Diderita Ibunya

Buddha.id - - Namo Buddhaya, terakhir kali kita sudah pernah melihat kisah yang sangat luar biasa menginspirasi yaitu Meski Tidak Punya Tangan Pria ini Tetap Merawat Ibunya Yang Sakit, silahkan teman-teman baca kembali jika belum melihatnya. Pada kesempatan yang baik ini kita melihat kisah seorang anak yang patutnya kita terapkan dalam kehidupan, tidak pernah mengeluh, tidak putus asa dengan keadaan dan sangat luar biasa sekali anak ini.

Oleh : Rio Dharmawan - Singkawang-Majalah Info Kalimantan

“Ibu, kenapa Ibu menangis ? Ibu jangan menangis lagi ya, Janto akan mencari uang yang banyak, supaya bisa membawa Ibu berobat ke dokter,” demikian pengakuan polos yang disampaikan Chang Janto (usia 12 tahun), bocah penjual sayur yang setiap hari menjadi perawat ibunya yang menderita sakit berkepanjangan.

Chang Janto adalah anak Dusun yang nasibnya kurang beruntung, pasangan suami istri dari Lo Syak Fa (Usia 65 tahun) dan Chang Po Cu (usia 55 tahun), yang beralamat di Jalan Lingkar Gunung Roban, Rt 57 Rw 12, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang.

Umumnya, anak-anak seusia Chang Janto lebih banyak menghabiskan waktu hanya bermain games di warnet, dan sama sekali tidak memiliki pemikiran untuk meringankan beban kesulitan kedua orang tuanya. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Chang Janto.

Desakan ekonomi mengharuskan bocah kecil ini untuk turut membantu meringankan beban kesulitan kedua orang tuanya. Pekerjaan yang bisa dilakukan Chang Janto, selain merawat ibunya, terkadang juga harus mencari sayuran pakis, kangkung, daun katuk, atau daun singkong yang ada disekitar tempat tinggalnya, untuk dijual berkeliling dengan menggunakan sepeda.

Sejak ibunya menderita sakit pada kedua kaki yang belum juga kunjung sembuh, Chang Janto terpaksa harus bekerja mencari nafkah. Uang hasil berjualan sayur, diberikan kepada kedua orangtuanya untuk membeli beras dan lauk seadanya.

Meski masih kecil, Chang Janto tidak merasa sungkan dan malu untuk bekerja mencari nafkah. Alasannya pun cukup mengharukan yakni demi membantu ekonomi orangtuanya. Setiap hari sepulang sekolah, Chang Janto menjajakan sayur yang dibawa dengan menggunakan sepeda.

Dengan berbekal sebotol air minum dan sepotong roti kering, Chang Janto menyusuri Jalan KS. Tubun atau disekitar pemukiman warga.

Dengan pendapatan sekecil itu, dirinya harus memenuhi kebutuhan dapur, seperti membeli beras dan lauk pauk. Meski demikian, ia tetap berusaha menyisihkan sedikit dari penghasilan jualan sayur untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

"Kalau dapat uang banyak, saya kasihkan kepada ayah untuk membeli beras dan sisanya saya pakai untuk jajan di sekolah," ujar Chang Janto saat ditemui Majalah Info Kalimantan, Selasa 25 Juli 2017.

Chang Janto selalu berkata kepada ibunya agar bersabar menunggu dirinya jika sudah dewasa, dirinya ingin menjadi orang yang berhasil.

Tapi keinginan Chang Janto untuk saat ini, sederhana saja. Ia ingin bisa membeli baju seragam baru, karena baju yang dipakainya selama ini sudah koyak dan kekecilan. Selain itu dia juga berharap mempunyai sepasang sepatu baru dan memperbaiki sepedanya yang sudah rusak.

Saat ini, Chang Janto masih duduk di bangku kelas 2, SD Negeri 10, Singkawang Tengah. Sebelumnya, dia tercatat sebagai murid di SD Negeri 5 Tanjung Batu Dalam Kopisan, Singkawang Selatan.

Kekurangan ekonomi menjadi alasan utama Chang Janto terlambat sekolah. Dia baru mulai masuk sekolah SD, saat berusia 10 tahun.

Di sekolah, Chang Janto beserta teman sekelasnya mengenyam pendidikan tanpa pungutan biaya. Ia dan juga anak-anak lainnya diajari berbagai ilmu pelajaran, keterampilan, olahraga dan ekstra kulikurer. Meskipun harus menempuh jarak yang lumayan jauh, namun semangat belajarnya cukup tinggi.

Dalam kesehariannya, ia lebih banyak bekerja daripada bermain. Ia sanggup meninggalkan masa kecilnya yang seharusnya menikmati indahnya masa kanak-kanak.

Meski memikul beban yang cukup berat, namun keseharian Chang Janto selalu terlihat riang dan jarang mengeluh ketika merawat ibunya.

Chang Janto Bocah Penjual Sayur Ingin Menyembuhkan Sakit Yang Diderita Ibunya

Chang Po Cu, ibu Chang Janto yang sudah 10 tahun menderita sakit pada kedua kakinya bercerita sembari merasakan sakit pada kedua kakinya. Saat bercerita, ia meminta ijin untuk duduk, sesekali tiduran di ruangan tamu, di rumah tumpangannya, komplek SLTP Teratai.

“Saya sudah lama menderita sakit lumpuh. Suami saya tidak memiliki pekerjaaan tetap. Pekerjaan yang bisa dilakukan suami saya hanyalah sebagai buruh bangunan atau buruh perkebunan, yang penghasilannya pas-pasan, dan itupun pekerjaaannya tidak selalu ada. Selain itu, suami saya juga menderita pendengaran yang sangat buruk (tuli). Sejak saya menderita sakit, anak saya Chang Janto lah yang menyediakan makanan dan mengurus semua pekerjaan di rumah, seperti mencuci pakaian, cuci piring, merapikan rumah. Hampir semuanya diurus oleh anak saya Chang Janto,” kata Chang Po Cu.

Chang Janto adalah seorang bocah yang cukup tangguh. Ia adalah gambaran anak Desa yang enggan pasrah pada nasib. Dalam usianya yang masih sangat belia, namum sudah tertanam niat dan keinginan yang kuat membantu perekonomian orang tuanya.

Meskipun seorang anak dusun yang hidupnya pas-pasan, namun semangat belajar dan cita-citanya digantungkannya setinggi langit. Kita berharap semoga cita-citanya yang ingin menjadi dokter, bisa tercapai di kemudian hari.

Kisah mengharukan dari bocah Chang Janto ini, setidaknya harus bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa di saat kebanyakan orang dewasa akan mengeluhkan nasib yang kurang beruntung, namun anak sekecil ini tetap bisa menyunggingkan seulas senyuman meskipun di pundaknya harus memikul beban yang lebih berat daripada orang dewasa.

Mari kita bantu mendoakan, semoga cita-cita dan pengharapan Chang Janto yang ingin mencari uang yang banyak, agar bisa menyembuhkan sakit yang diderita ibunya, bisa tercapai. Amin (Rio Dharmawan)

Source :
https://www.facebook.com/hans.cungkuo/posts/1273322672795511