Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha
Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

banner
Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

Buddha.id - Namo Buddhaya, pada tahun lalu kita sudah melihat Pesan Waisak 2560 EB/2016 Sangha Agung Indonesia dan tidak terasa setahun berlalu begitu cepat dan ditahun 2017 ini kita akan memasuki bulan-bulan Waisak 2561 B.E. / 2017.

Tentunya sebagai umat Buddha hari raya Trisuci Waisak ini merupakan hari yang besar dan penuh sejarah yang tidak akan mungkin kita lupakan. Kata "Waisak" sendiri berasal dari bahasa Pali yaitu "Vesakha" dan dalam bahasa Sansekerta disebut "Vaisakha". Hari raya Waisak ini dalam kalender buddhis biasanya jatuh pada bulan Mei menurut kalender Masehi. Tapi terkadang hari Waisak ini juga bisa jatuh pada bulan April atau awal bulan Juni.

Dalam kalangan umat Buddha hari raya Waisak sering disebut juga dengan Trisuci Waisak. Hal tersebut bukan tanpa alasan sebab pada hari raya umat Buddha ini Waisak kita akan memperingati Tiga peristiwa penting yang semuanya terjadi dibulan "Vesakha", dan pada waktu yang sama yaitu tepat saat bulan purnama. Tiga peristiwa penting itu adalah:

S a t u : Kelahiran Pangeran Sidharta

Pangeran Sidharta adalah Putra seorang Raja yang bernama Raja Sudodhana dan seorang Permaisuri yang bernama Ratu Mahamaya. Pangeran Sidharta lahir kedunia sebagai seorang Bodhisatva ( Calon Buddha, Calon Seseorang yang akan mencapai Kebahagiaan Tertingggi ). Beliau Lahir di taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi

Baca juga: Kumpulan Gambar Sang Buddha Dari Lahir Sampai Parinibbana

D u a : Mencapai Penerangan Sempurna

Pada usia 29 tahun pangeran pergi meniggalkan istana dan anak istrinya menuju hutan mencari kebebasan dari 4 peristiwa yang beliau lihat LAHIR, TUA, SAKIT dan MATI. Kemudian pada usia 35 tahun pada saat purnama Sidhi di bulan Waisak petapa Sidharta mencapai penerangan sempurna. (Sang Buddha)

T i g a : Parinibbana

Selama 45 tahun sang Buddha menyebarkan Dhamma dan pada usia 80 tahun beliau Wafat atau PARINIBBANA di Kusinara. Semua makhluk dan para Dewa serta anggota Sanggah semua bersujud sebagai tanda penghormatan terakhirnya kepada Sang Buddha.

Baca juga: Bagaimana Sang Buddha Parinibbana

Diatas merupakan sejarah singkat mengenai Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha. Biasanya para umat Buddha merayakan hari Trisuci Waisak ini dengan pergi ke Vihara melakukan puja-bhakti dengan tujuan mengingat kembali ajaran sang Buddha. Selamat hari Trisuci Waisak 2561 B.E. / 2017. Sadhu..!!!

Your Reactions:

Info Buddhis : (Kegiatan Terakhir 2017) Mari danai cetakan paritta jilid 6 bersama Buddha.id DISINI. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.