Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

13 Maret 2017

Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

Paritta Suci
Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

Buddha.id - Namo Buddhaya, sudah lama juga saya tidak menulis artikel tentang tanya jawab seperti ini, padahal ini sangat bagus untuk menambah wawasan Buddhis kita. Pada kesempaan ini kita akan mengulas tentang Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera yang Buddha.id rangkum dari ww.bbcid.org sbb :

Tanya: Apakah syarat-syarat/cara-cara yang harus diperhatikan sewaktu ingin memberikan dana?

Jawab: Kiranya dalam mempersembahkan dana, seseorang dapat mempertimbangkan kemurnian sila si pemberi dan penerima, cara mempersembahkan dana, cara mendapatkan barang yang didanakan (legal/ilegal), rutinitas dana, dan manfaat barang yang didanakan; dengan memperhatikan beberapa hal ini agar selalu positif (baik), maka dana akan bisa diarahkan agar berbuah yang maksimal.

Tanya: Apakah ada barang yang tidak boleh didanakan kepada anggota Sangha?

Jawab: Dana yang dapat mengkondisikan seorang anggota sangha melanggar peraturan seharusnya dihindari, misalnya saja: barang-barang yang mengandung alkohol.

Tanya: Apakah anggota Sangha ada syaratnya dalam menerima persembahan dana?

Jawab: Kiranya menerima dana yang mengarah pada perkembangan batin dan usaha mempertahankan kehidupan sebagai pertapa.

Tanya: Bolehkan seorang bhikkhu menerima sesuatu yang tidak ia gunakan, atau yang telah ia miliki?

Jawab: Boleh saja, karena itu adalah hak si pemberi untuk memilih barang yang dirasa pantas dipersembahkan. Seorang bhikkhu hanya menerimanya, masalah menggunakannya, tentu itu juga urusan pribadi sang bhikkhu.

Tanya: Apakah anggota sangha menggunakan bedak dan pakaian dalam? Apakah kita boleh mendanakan sabun wangi, makanan, roti kering, bek atau milo?

Jawab: Pada umumnya anggota sangha tidak menggunakan bedak, bila ada itu mungkin untuk kesehatan. Bila pakaian dalam, tidak semua tradisi menggunakannya tetapi ada beberapa tradisi yang menggunakannya. Sabun harum boleh saja, karena sungguh sulit mencari sabun yang tidak harum di masa sekarang. Jadi, itu tidak masalah. Makanan boleh saja didanakan, tidak masalah. Ini semua nantinya akan diatur oleh pengurus vihara untuk penggunaannya

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan
Dalam berdana, walau umat mempersembahkan uang, hendaknya jangan berpikir bahwa dia berdana uang, melainkan dia berdana empat kebutuhan pokok seorang bhikkhu (sandang, pangan, papan dan obat2an). Dengan demikian, persembahan dananya akan menjadi pantas diterima oleh seorang bhikkhu yang juga seorang pertapa.

Demikianlah ulasan tanya jawab singkat Seluk Beluk Berdana YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera, semoga informasi bermanfaat dan jika berkenan teman-teman bisa sebarkan informasi ini. Anumodana..!!