Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta)

Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta)
Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta)

Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta)

Donasi
Sahabat Dalam Agama Buddha (KALYANAMITTA DAN AKALYANAMITTA)

Buddha.id - Namo Buddhaya, sebelum kita membaca artikel tentang Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta) ini ada baiknya kita membaca artikel ini terlebih dahulu Sahabat Sejati Dan Sahabat Palsu .

Pada kesempatan yang baik ini kita akan membahas untuk lebih mengenal makna sahabat dalam agama Buddha yang dikenal dengan sebutan (Kalyanamitta - Saahabat Baik) dan (Akalyanamitta-Teman Yang Tidak Baik).

Kalyanamitta berasal dari kata Kalyana yang artinya baik atau bagus dan Mitta yang artinya teman. Jadi Kalyanamitta berarti teman yang baik atau bagus yang dapat menjadikan diri kita selalu waspada dalam menempuh kehidupan dunia dan setelah meninggal.

Terdapat empat macam sahabat yang dipandang berhati tulus ( suhada ) : yaitu
A. Sahabat penolong ( upakaro mitto )
B. Sahabat pada waktu senang dan susah ( samanasukha dukkhomitto )
C. Sahabat yang memberi nasehat baik ( atthakhayamitto)
D. dan sahabat yang bersimpati ( anukampakamitto )

Ciri-ciri sahabat yang suka menolong ( Upakaromitto ) adalah :
1. Ia yang menjaga dirimu sewaktu lengah;
2. Ia yang menjaga dirimu sewaktu engkau lengah;
3. Ia yang menjaga dirimu sewaktu dalam ketakutan;
4. Ia memberi bantuan dua kali daripada yang engkau perlukan.

Ciri-ciri sahabat pada waktu senang dan susah (Samanasukha dukhomitto)
1. Ia menceritakan rahasia-rahasia dirinya kepadamu;
2. Ia menjaga rahasia-rahasia dirimu;
3. Ia tidak meninggalkan dirimu sewaktu engkau berada dalam kesulitan;
4. Ia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya demi kepentinganmu.

Ciri-ciri sahabat yang memberi nasehat baik (Atthakhayamitto) yaitu:
1. Ia mencegah dirimu berbuat jahat;
2. Ia menganjurkan dirimu untuk berbuat benar;
3. Ia memberitahukan apa yang belum pernah engkau dengar;
4. Ia menunjukan jalan ke surga.

Ciri-ciri sahabat yang bersimpati (Anukampakamitto)
1. Ia tidak merasa gembira terhadap kesengsaraanmu;
2. Ia merasa senang atas kesejahteraanmu;
3. Ia mencegah orang lain berbicara jelek tentang dirimu;
4. Ia membenarkan orang lain memujimu.

7 kualitas dari seorang Kalyana Mitta atau sahabat sejati adalah:
1. Ia menginspirasikan cinta.
2. Ia menginspirasikan saling menghormati.
3. Ia menginspirasikan kesetaraan.
4. Ia seorang penasehat.
5. Ia seorang pendengar yang sabar.
6. Ia mampu menyampaikan pikiran yang mendalam.
7. Ia tidak pernah membawa seseorang ke dalam bahaya atau pencarian yang tidak berguna.

Akalyanamitta ( Teman yang tidak baik )

Akalyanamitta artinya teman atau kawan yang tidak baik atau jahat yang berkeinginan untuk menjerumuskan diri kita sehingga mengalami penderitaan ( dukkha ). Terdapat empat orang yang harus dipandang sebagai musuh yang berpura-pura sebagai sahabat (amittamittapatirupapaka) yaitu :
A. Orang yang tamak ( Annadathuro )
B. Orang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat sesuatu (Vaci paramo)
C. Penjilat ( Annuppiyabhani ) dan
D. Kawan pemboros ( Apayasahayo )

Ciri-ciri orang yang berpura-pura sebagai sahabat (Annadathuharo) yaitu:
1. Ia yang tamak;
2. Ia memberi sedikit dan meminta banyak;
3. Ia melakukan kewajibannya karena takut;
4. Ia hanya ingat akan kepentingannya sendiri.

Ciri-ciri seorang yang banyak bicara tetapi tidak berbuat sesuatu (Vaci paramo) yaitu:
1. Ia menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal yang lampau;
2. Ia yang menyatakan persahabatan berkenaan dengan hal-hal yang mendatang;
3. Ia berusaha untuk mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong;
4. Bila ada kesempatan untuk membantu, ia menyatakan tidak sanggup.

Ciri-ciri seorang penjilat (Annupiyabhani) yang berpura-pura sebagai sahabat yaitu:
1. Ia menyetujui hal-hal yang salah;
2. Ia tidak menganjurkan hal-hal yang benar;
3. Ia akan memuji dihadapanmu;
4. Ia berbicara jelek tentang dirimu dihadapan orang-orang lain.

Ciri-ciri seorang pemboros (Apayasahayo) yang berpura-pura sebagai sahabat yaitu:
1. Ia menjadi kawanmu apabila enkau gemar minum minuman keras;
2. Ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar berkeliaran di jalan-jalan pada waktu yang tidak pantas;
3. Ia menjadi kawanmu apabila engkau mengejar tempat-tempat hiburan;
4. Ia menjadi kawanmu apabila engkau gemar berjudi.

Demikianlah ulasana tentang Sahabat Dalam Agama Buddha (Kalyanamitta dan Akalyanamitta), semoga artikel bermanfaat dan jika ada waktu dan kesempatan bisa bantu share artikel ini. Salam Metta.

Source: http://buddhissmansa.blogspot.co.id
Sumber Gambar: https://selfyparkit.files.wordpress.com

Your Reactions:

Info Buddhis : Cetakan Sutra Sebab Akibat Jilid 3 Telah Dibuka. Semoga Percetakan TERAKHIR Pada Tahun 2017 Ini Berjalan Dengan. Jika Ada Kesalahan Dalam Penulisan Nama Penyumbang Segera Beritahu Admin Sebelum Buku Tercetak. _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.