Mengapa Pattidana Perlu dilakukan?
Mengapa Pattidana Perlu dilakukan?

Mengapa Pattidana Perlu dilakukan?

banner

Buddha.id - Namo Buddhaya, hallo pembaca setia situs apa kabar? semoga semua dalam keadaan baik, berbahagia dan tentunya sehat selalu. Pada kesempatan yang baik ini Admin ingin melanjutkan topik tentang Pattidana yang sebelumnya pernah saya tulis di posting sebelumnya.

Mengapa Pattidana Perlu dilakukan?, tentu ini akan sangat menarik untuk dibahas dan sayang sekali jika teman-teman melewatkan wawasan yang sangat bermanfaat ini. Artikel Pattidana ini saya dapatkan di Facebooknya Dhamma Kehidupan dan saya share kembali disini tentunya dengan harapan semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk semua.

Pattidana atau Pelimpahan Jasa adalah suatu tindakan atau ungkapan sebagaimana salah satu bentuk wujud dari rasa bakti dan hormat (Katannukatavedi) kepada orang-orang yg telah meninggal, yg mempunyai hubungan dengan kita, orang-orang yang telah berjasa dalam hidup kita.

Didalam Manggala Sutta telah dijelaskan (Pujã ca Pujaniyana Eta Mangalamuttama; Menghormat kepada yg patut yg dihormati adalah berkah utama) Didalam salah satu Sutta bagian dari Tipitaka juga ada diceritakan ketika Sang Buddha melakukan perjalanan dan sewaktu ditengah perjalanan beliau berhenti sejenak melihat setumpukan tulang dan tengkorak manusia, setelah itu Sang Buddha bernamaskara didepan tumpukan tulang tersebut.

Mengapa Pattidana Perlu dilakukan?
Pattidana adalah suatu tindakan atau ungkapan rasa bakti dan hormat kepada orang tua, para leluhur dan kepada sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Mengapa Pattidana perlu dilakukan?
Pattidana dilakukan karena adanya satu hal yang dapat menjadi pengharapan agar orang yang telah meninggal tersebut mengetahui serta merasakan perbuatan baik yang telah kita lakukan dan dengan tujuan agar mereka ikut serta merasakan kebahagiaan (bermuditacitta) atas perbuatan kebajikan yang sudah kita lakukan sehingga dengan cara demikian kita akan membantu memberikan sebuah kondisi yang baik, kondisi yang membahagiakan didalam diri mereka.

Namun perlu diketahui sebelum seseorang melakukan pelimpahan jasa, seyogiyannya terlebih dahulu ia harus melakukan suatu tindakan nyata dalam berkebajikan, barulah kemudian dari jasa kebajikan tersebut di limpahkan dan di kabarkan kepada mereka, “semoga kebajikan yang saya lakukan ini dapat dirasakan dan dinikmati oleh leluhur, keluarga dan semua makhluk yang ada hubungan karma dengan saya dimanapun mereka berada”.

Pattidana ini hanya bisa diterima bagi mereka yang terlahir dialam Apaya (Alam Menderita) yaitu para Paradattupajivika Peta (yang terlahir menjadi setan kelaparan). Dalam hal ini mungkin banyak yg berasumsi dan beranggapan, bukannya setiap makhluk itu memiliki, mewarisi, terlahir, terlindung dan berhubungan dengan kammanya sendiri, lantas untuk apa melakukan Pattidana?.

Melakukan Pattidana sebenarnya tidak ada ruginya, justru malah sebaliknya melakukan Pattidana akan menambah nilai pahala dari kebajikan yang telah dilakukan. Proses pelimpahan jasa kebajikan yang kita lakukan dapat di ibaratkan seperti “Ketika kita mempunyai sebuah lilin kemudian lilin tersebut kita nyalakan dan setelah itu kita nyalakan api lilin tersebut ke lilin yang lain , dan cahaya penerangan lilin tadi tentu tidak berkurang . Justru lilin tersebut akan bertambah terang karena bantuan sinar dari lilin yang lainnya.

Jadi maksud Pattidana ini sama halnya dengan sebuah nyala api lilin yang tak akan pernah berkurang cayahanya meskipun sudah dibagi kelilin-lilin yang lainnya, demikian juga dengan kebajikan yang telah kita lakukan kemudian kita llimpahkan kepada leluhur, sanak keluarga dan semua makhluk pun tidak akan mengurangi jasa kebajikan yang sudah dilakukan, kebajikan itu akan selalu tetap, tidak akan berkurang justru akan semakin bertambah.

Karena pengertiannya adalah kita hanya mengabarkan, menyampaikan, dan berbagi kebahagiaan, supaya mereka juga ikut turut merasakan kebahagiaan seperti apa yang kita rasakan, dan supaya mereka turut bermuditacitta dengan tindakan baik kita, sehingga ketika mereka dalam kondisi berbahagia akan sangat membantu memicu kesadaran baik dan kepuasan batiniah didalam diri mereka , serta akan mendorong pada semua kebajikan-kebajikan yang pernah mereka lakukan semasa hidupnya didunia dan dengan begitu akan membantu mereka untuk dapat terlahir kembali dialam-alam yg lebih baik.

Contoh sederhana dalam hal ini yaitu “Ketika seorang anak yang pergi menuntut ilmu dikota lain/ luar negri memberitakan kabar kelulusannya kepada orangtuanya di kota kelahirannya. Mendengar kabar gembira ini, ayah dan ibunya tentunya akan merasakan kebahagiaan. Padahal apabila di renungkan, si anak yang lulus tetapi orang tuanya juga ikut merasakan bahagia . Inilah yang disebut pikiran ikut berbahagia (mudita citta) atau ikut bergembira atas kebahagiaan yang dirasakan oleh orang lain.

Mudita citta adalah termasuk melakukan salah satu karma baik lewat pikiran. Oleh karena itu, kondisi demikian inilah yang dimunculkan oleh seorang umat Buddha apabila melimpahkan jasa kebaikan yang dilakukannya”

Pada zaman kehidupan Sang Buddha, Pattidana memang sudah dilakukan. Salah satunya adalah seorang Raja Magadha yaitu Raja Bimbisara, yang melakukan pelimpahan jasa ketika para sanak saudarannya yang telah meninggal meminta pertolongan dan bantuan.

Kemudian Raja Bimbisara menanyakan peristiwa yg dialaminya dan Sang Buddha pun menyarankan agar Raja Bimbisara melakukan kebajikan serta kemudian melimpahkannya. Sinngkat cerita, Sesudah melakukan hak itu para sanak keluarganya merealisasi kebahagiaan dan terlahir dialam yang bahagia.

”Seperti air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, demikian pula hendaknya jasa yang dipersembahkan (oleh kerabat dan keluarga) di alam manusia ini dapat ikut dinikmati oleh para arwah (peta). Seperti air dari sungai besar mengalir mengisi lautan, demikian pula dengan jasa-jasa ini dapat ikut dinikmati oleh para peta”(Tirokudda Sutta, Khuddakapatha).

Semoga renungan ini akan memberikan manfaat dalam melakukan ritual momen Cheng Beng, kepada sanak keluarga dan leluhur kita .Semoga semua makhluk turur berbahagia. Sadhu…!!

Your Reactions:

Info Buddhis : (Kegiatan Terakhir 2017) Mari danai cetakan paritta jilid 6 bersama Buddha.id DISINI. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.