Haruskah Umat Buddha Menjadi Vegetarian?

Haruskah Umat Buddha Menjadi Vegetarian?

16 Maret 2017

Haruskah Umat Buddha Menjadi Vegetarian?

Paritta Suci
Haruskah Umat Buddha Menjadi Vegetarian?

Buddha.id - Namo Buddhaya, topik tentang vegetarian pernah dibahas sebelumnya pada artikel Vegetarian Dalam Pandangan Buddhis yang dikirimkan oleh saudara Erik, silahkan baca terlebih dahulu.

Namun kali ini kita akan mengulas uraian singkat Haruskah Umat Buddha Menjadi Vegetarian?, pastinya kita penasaran termasuk saya sendiri apakah kita sebagai umat Buddha harus menjalankan vegetarian seperti ini?

Rasa penasaran saya akhirnya terjawab sudah ketika melihat uraian dari saudara Oleh: Shi'an yang mempostingnya di Facebook sbb:

Haruskah umat Buddha menjadi vegetarian?
Tidak.

Jadi, apa yang dipermasalahkan?
Meskipun Buddha tidak pernah mewajibkan semua pengikutnya untuk menjadi vegetarian, namun Beliau sangat mendukung kita untuk melakukannya. Dalam praktik Bodhisattwa yang bertujuan meminimalkan perbuatan menyakiti segala kehidupan dan memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada mereka; maka praktik vegetarianisme sangat memainkan sebuah peran mendasar. Kita dapat melihat hal ini dalam banyak ajaran Buddha yang tercatat. “Memakan daging akan membunuh benih Cinta Kasih.”

Mahaparinirvana Sutra (Buddha)

“ … Ananda, Aku hanya mengijinkan para biksu untuk makan lima jenis daging murni yang adalah hasil dari kekuatan transformasi transendentalku, dan bukan dari penjagalan hewan. Anda, Brahman, hidup di negara di mana sayuran tidak tumbuh karena terlalu lembab dan panas dan berbatu karang. Aku menggunakan kekuatan Cinta Kasih spiritualku untuk menyediakan daging ilusif bagimu, untuk memuaskan nafsumu. Bagaimana setelah itu, setelah Aku parinirwana, dapatkah kamu makan daging dari makhluk hidup dan berpura-pura menjadi murid-Ku? …”

Semua biksu yang hidup dalam kemurnian dan semua Bodhisattwa bahkan selalu menghindar berjalan di atas rumput; bagaimana mereka dapat setuju untuk mencabutnya? Lalu, bagaimana mereka yang mempraktikkan Cinta Kasih dapat makan daging dan darah makhluk hidup? … “

Bagaimana seorang biksu yang berharap menjadi penyelamat orang lain, namun ia sendiri hidup dari daging makhluk hidup? … “

Jika seseorang dapat (mengendalikan) tubuh dan pikirannya, sehingga menghindari makan produk-produk yang mengandung hewan, maka Aku berkata ia akan benar-benar terbebaskan. Ajaran ini adalah dari Buddha.

Surangama Sutra (Buddha)

Bodhisattwa yang sifat aslinya adalah Cinta Kasih, tidak makan daging … takut untuk menyebabkan teror bagi makhluk hidup … Bodhisattwa yang mendisiplinkan dirinya untuk mencapai Cinta Kasih, menghindari makan daging.

Lankavatara Sutra (Buddha)

Jika seorang biksu melihat, mendengar, atau menduga bahwa [makanan daging] tersebut telah dibunuh baginya, maka ia tidak boleh memakannya.

Mahavagga dari Vinaya Pitaka (Buddha)

Janganlah ia merusak, atau menyebabkan rusak segala kehidupan sama sekali, tidak juga mendukung perbuatan mereka yang melakukannya. Ia [sebaiknya] menghindari menyakiti segala ciptaan, baik yang kuat dan yang lemah di dunia ini.

Sutta Nipata (Buddha)

Saya telah menetapkan hukum yang melarang pembunuhan hewan-hewan tertentu dan banyak hewan lainnya, tetapi kemajuan terbesar dari kemuliaan manusia berasal dari penghindaran, keberpihakan pada ketidakinginan untuk menyakiti kehidupan, dan tidak ikut pembunuhan makhluk hidup.

Lanjutkan membaca disini selengkapnya: https://www.facebook.com/notes/wihara-ekayana-arama/haruskah-umat-buddha-menjadi-vegetarian/212960578738589/