8 Kondisi di Dalam Kehidupan Manusia

8 Kondisi di Dalam Kehidupan Manusia

17 Februari 2017

8 Kondisi di Dalam Kehidupan Manusia

Paritta Suci
8 Kondisi di Dalam Kehidupan Manusia

Buddha.id - Namo Buddhaya, (Catatan pada Dhammadesana oleh PMd Andhy Kusuma – Pandita MAGABUDHI – di Cetya Dhamma Manggala, pada Puja Bakti tanggal 12 Februari 2017)

Rama Andhy menjelaskan dalam Aṅguttara Nikāya IV, 157 : Buddha menyebutkan terdapat 8 kondisi didalam kehidupan manusia (yang masih terbelenggu oleh Lobha, Dosa & Moha), yang mana kondisi ini tak akan pernah berakhir/ terhenti sebelum tercapainya pembebasan (Nibbana).
Delapan Kondisi tersebut yaitu :
- Lobha : Mendapatkan Keuntungan
- Alobha : Mengalami Kerugian
- Yaso : Mendapatkan kedudukan/ Kejayaan/ Kesuksesan
- Ayaso : Tidak medapatkan kedudukan/ Keruntuhan/ Kegagalan
- Ninda : Dicela, dihina, difitnah
- Pasamsa : Dipuji, dihormati, disegani
- Sukkha : Merasakan Kebahagiaan & Kesenangan
- Dukkha : Merasakan Penderitaan & kesusahan
Bahkan, Sang Buddha sebagai manusia yang sangat agung serta sempurna baik dalam perilaku moral maupun pengetahuan juga tidak terlepas dari delapan kondisi ini.

Sebagai contoh beliau pernah difitnah oleh pertapa wanita bernama Cinca, yang menuduh Sang Buddha telah menghamilinya (Dhammapada Aṭṭhakathā III, 177-80). Jika Sang Buddha saja masih harus berhadapan dengan kondisi-kondisi demikian, bagaimana dengan kita yang kondisi batinnya masih jauh dari kesempurnaan ? Oleh karena itu, Sang Buddha menegaskan bahwa setiap orang; baik diam, sedikit bicara, apalagi yang banyak bicara akan mendapatkan celaan.

Sebagai umat Buddhis yang telah memahami Dhamma, maka kita harus melatih diri agar mampu bersikap tenang seimbang dalam menghadapi 8 kondisi yang terjadi pada diri kita.

Kita memilih menjadi manusia yang “terpelajar”, yaitu memiliki batin yang tenang dan seimbang, sehingga apapun kondisi yang terjadi, kita mampu menghadapinya, tidak menyalahkan orang lain dan tetap bersikap sesuai Dhamma.

Beberapa hal yang dapat kita renungkan sebagai panduan batin dalam menyikapi kondisi-kondisi tersebut diantaranya adalah:

1. Hukum kamma (hukum sebab dan akibat) itu ADA. Apa yang kita alami ini (apakah baik atau buruk) adalah merupakan hasil dari perbuatan diri sendiri.

Seseorang mendapatkan keuntungan, popularitas, pujian maupun kebahagiaan karena buah dari perbuatan bajiknya. Sebaliknya; kerugian, nama baik yang tercemar, hinaan maupun penderitaan disebabkan karena perbuatan jahat yang pernah dilakukan tengah berbuah.

2. Hukum anicca (ketidakkekalan) : apapun yang berkondisi bersifat TIDAK KEKAL, senantiasa berubah, dan tidak dapat dipertahankan.

Jika kita mendapatkan keuntungan, popularitas, pujian, dan kebahagiaan, tidak mungkin terus menerus sepanjang hidup kita, tapi pasti kondisi2 tersebut akan berakhir. Selain itu bisa timbul juga kondisi2 lainnya yang tidak menyenangkan, yang juga akan berakhir.

3. Pada hakekatnya hidup adalah DUKKHA (penderitaan), hal ini adalah cara memandang fenomena sesuai dengan realitas. Melihat dukkha disini berhubungan erat dengan fakta ketidakkekalan yang terjadi pada semua 8 kondisi tersebut.

Dengan merenungkan hal-hal di atas, maka seseorang akan mampu menerima dengan hati terbuka, tenang dan seimbang apa pun 8 kondisi yang datang kepadanya. Mari kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita terbebas dari belenggu Lobha, Dosa & Moha, dan mencapai pembebasan (Nibbana).

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu.!!

Apabila pembaca merasa catatan di atas adalah bermanfaat dan ingin berbagi Dhamma, maka mohon dapat share dengan pembaca lainnya..☺ Sumber : Magabudhi Jakut Facebook