Dewa Dalam Agama Buddha Bersama Y.M. Uttamo Thera
Dewa Dalam Agama Buddha Bersama Y.M. Uttamo Thera

Dewa Dalam Agama Buddha Bersama Y.M. Uttamo Thera

banner

Buddha.id - Namo Buddhaya, Sudah lama juga saya tidak membuat postingan tanya jawab seperti ini, padahal artikel tanya jawab seperti ini sangat bagus untuk menambah wawasan kita semua. Hal tersebut dikarenakan untuk  mencari sumber artikel seperti ini tidaklah mudah ( Gampang-gampang susah )

Dewa Dalam Agama Buddha Bersama Y.M. Uttamo Thera
Namun pada kesempatan yang baik ini saya menemukan sebuah percakapan yang  cukup menarik dari salah seorang umat bernama "Surjadie Chandra, Jakarta", yang bertanya kepada B. Uttamo tentang Dewa Dalam Agama Buddha dengan 3 pertanyaan sbb :

1. Mengapa dalam Agama Buddha dikenal adanya dewa sedangkan agama lain tidak?

2. Apakah bukti dari keberadaan dewa? Dapatkah kita melihat dewa sekarang ini?

3. Misalnya, dewa bumi sekarang ini 'dijabat' oleh si A. Jika nanti setelah si A meninggal dari dunia dewa, apakah posisi dewa bumi menjadi kosong ataukah langsung diisi oleh dewa yang lainnya?

Jawaban dari Samaggi Phala - (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

1. Dewa dan dewi adalah sebutan untuk mahluk penghuni surga. Sesungguhnya di agama lain juga mengenal penghuni surga ini, walau dengan nama yang lain, yaitu bidadari atau malaikat.

2. Karena dewa adalah penghuni surga, maka tentu saja keberadaan dewa sulit dibuktikan untuk mereka yang belum memiliki kemampuan melihat alam lain, khususnya melihat alam surga. Oleh karena itu, dalam Agama Buddha, soal dewa tidak perlu dipermasalahkan bisa dilihat atau tidak, karena memang para umat Buddha disarankan untuk tidak menggantungkan diri pada para dewa. Umat hendaknya lebih bergantung pada hukum perbuatan, yaitu berbuatlah kebajikan untuk memperoleh buah kebahagiaan.

3. Suatu 'jabatan' di alam dewa, kalau memang si dewa sudah terlahir di alam yang lain lagi, maka biasanya 'jabatan' nya itu akan diganti oleh dewa lain. Namun, sekali lagi, dalam Agama Buddha tidak menekankan dan memusingkan masalah suksesi para dewa maupun yang lainnya, karena semua itu tidak akan membawa manfaat untuk umat manusia. Juga, tidak akan membawa manfaat untuk peningkatan kebajikan seseorang.

Oleh karena itu, sekali lagi, semua kebahagiaan manusia adalah karena buah kebajikan yang dimilikinya, bukan karena campur tangan mahluk lain.

Semoga bermanfaat. Semoga semua mahluk berbahagia. ☺☺☺
Sumber Gambar: bbcid.org
Jika teman-teman seDhamma punya artikel Buddhis yang ingin dibagikan ke situs Buddha.di Bisa kirim ke SINI atau mail rico.ds@yahoo.com. Anumodana..!!!

Your Reactions:

Info Buddhis : (Kegiatan Terakhir 2017) Mari danai cetakan paritta jilid 6 bersama Buddha.id DISINI. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.