Bahagia Pada Saat Ini, Mimpikah?

Bahagia Pada Saat Ini, Mimpikah?
Bahagia Pada Saat Ini, Mimpikah?

Bahagia Pada Saat Ini, Mimpikah?

Donasi
Bahagia Pada Saat Ini, Mimpikah?

Buddha.id - Namo Buddhaya, (Catatan pada Dhammadesana oleh PMd Selamat Rodjali – Pandita MAGABUDHI – di Cetya Dhamma Manggala, pada Puja Bakti tanggal 18 Desember 2016)

Rama Selamat menjelaskan bahwa perkembangan di berbagai bidang saat ini bertujuan untuk menambah kebahagiaan kita. Namun yang terjadi, saat ini banyak orang malah merasa kebahagiaannya semakin berkurang walaupun telah menggunakan segala perkembangan tersebut (misalnya perkembangan tehnologi yang sedemikian pesat).

Ajaran Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Guru Agung kita, berarti seharusnya tidak ada perubahan walaupun perkembangan di berbagai bidang telah terjadi. Hidup seperti apa yang membuat kita menjadi berarti, dan menambah kebahagiaan ?

Umat Buddha sudah sangat kenal dengan ajaran 4 Kesunyataan Mulia (4 KM), namun kebanyakan hanya mengingat Kesunyataan Mulia yang pertama, yaitu hidup ini adalah dukkha (penderitaan), sehingga mindset / cara pandangnya seharusnya diubah, yaitu menjadi bahagia, bukan hanya dukkha.

Kehidupan kita sehari hari (mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi) sebenarnya hanyalah proses dari 5 indra dan pikiran. Apapun kegiatan yang kita lakukan setiap hari hanya merupakan proses dari 6 unsur ini, tak lebih dan tak kurang.

Pertanyaannya menjadi : mengapa setiap hari yang hanya meliputi 6 unsur ini malah kita jadi tidak bahagia ? Hal seperti ini sebenarnya sudah dibahas secara detail dalam Abhidhamma, namun umat Buddha jarang yang mempelajarinya karena sudah berpandangan bahwa belajar Abhidhamma adalah sulit dan teorinya terlalu banyak.

Rama Selamat mengajak kita untuk mempraktekkan Abhidhamma dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan cara ini justru kita lebih mudah mempelajari dan merasakan manfaatnya. Bagaimana Abhidhamma dapat menjawab pertanyaan “ Bahagia saat ini, apakah mimpi atau bukan ?”
Rama memberikan rumusan yang sederhana, yaitu ABCD, yang diuraikan sebagai berikut :

A = AMATI, setiap gejolak batin yang terjadi
B = BANGUN, pahami sifat atau gejolak batin tersebut
C = CEPAT CEPAT tinggalkan / lepaskan gejolak batin tersebut
D = DAYA UPAYA BENAR (semangat) untuk melakukan hal2 yang bermanfaat (rumusnya = minus, minus, plus,plus), yaitu :

  • Hal-hal buruk yang belum muncul – jangan dimunculkan
  • Hal-hal buruk yang sudah muncul – kurangi, bahkan di tiadakan
  • Hal-hal baik yang belum muncul – segera munculkan
  • Hal-hal baik yang sudah muncul – tambah lagi yang lebih banyak

Hal ini jika dilakukan maka sekaligus juga untuk mempraktekkan cinta kasih kepada mahluk lain, sehingga selain diri kita menjadi lebih bahagia, mahluk lain juga bahagia.
Rama mengambil contoh misalnya saat kita berkendara dan terkena macet total, maka segera praktekkan ABCD tersebut :

A = AMATI ( saat macet gejolak batin kita yang terjadi adalah : menjadi kesal, tidak sabar, kecewa dan lainnya)
B = BANGUN (sadari bahwa jika gejolak batin tersebut terjadi maka kondisi kita selanjutnya adalah kita merasa panas, pusing, ingin marah, tekanan darah tinggi meningkat, muka cemberut, dan lainnya)
C = CEPAT CEPAT (segera kita lepaskan gejolak batin yang tidak baik tsb)
D = DAYA UPAYA BENAR (kita berikan semangat kepada diri kita sendiri dan juga kepada para pengemudi di sekeliling kita, mungkin dengan berkata :

- semoga kemacetan ini cepat terurai
- semoga para sopir di depan, di belakang, di samping saya dapat sabar
- semoga tidak saling menyerobot sehingga lalu lintas menjadi lancet. Semoga kita semua berbahagia)

Dengan melakukan ABCD tersebut, seketika maka gejolak batin pada A menjadi HILANG, yang muncul adalah BAHAGIA, karena kita merasa nyaman , tenang dan sudah memberikan juga cinta kasih kepada para sopir di sekeliling kita.

Bukankah dengan demikian, berarti BAHAGIA kita sudah peroleh PADA SAAT ITU JUGA ? tidak ada penderitaan, melainkan hanya BAHAGIA.

Rama menganjurkan agar kita tekun berlatih ABCD terus menerus, sehingga pada setiap saat kegiatan yang kita lakukan akan selalu menghilangkan gejolak batin yang tidak baik, namun justru yang muncul sejak dari kita bangun tidur hingga tidur kembali adalah BAHAGIA, BAHAGIA dan BAHAGIA.

Syarat-syarat untuk berlatih ABCD hingga mencapai kebahagiaan adalah 2K, yaitu KEGIGIHAN dan KEMAUAN.

Kesulitan terbesar kita adalah bagaimana mendongkrak kemauan ?? sehingga jika Kemauan sudah muncul dan menjadi praktek sehari-hari, maka dijamin tidak akan ada lagi dukkha (penderitaan), karena BAHAGIA sudah kita peroleh pada KEHIDUPAN INI JUGA.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia. Sadhu..Sadhu..Sadhu..!!

Sumber dan gambar : PC Magabudhi Jakut ( Facebook )

Apabila pembaca merasa catatan di atas adalah bermanfaat dan ingin berbagi Dhamma, maka mohon dapat share dengan pembaca lainnya.

Your Reactions:

Info Buddhis : Cetakan Sutra Sebab Akibat Jilid 3 Telah Dibuka. Semoga Percetakan TERAKHIR Pada Tahun 2017 Ini Berjalan Dengan. Jika Ada Kesalahan Dalam Penulisan Nama Penyumbang Segera Beritahu Admin Sebelum Buku Tercetak. _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silahkan kontak pada menu di atas.