Status Bante Karma Terkait Penurunan Patung Buddha di Tanjung Balai Jadi Viral
Status Bante Karma Terkait Penurunan Patung Buddha di Tanjung Balai Jadi Viral

Status Bante Karma Terkait Penurunan Patung Buddha di Tanjung Balai Jadi Viral

banner
Status Bante Karma Terkait Penurunan Patung Buddha di Tanjung Balai Jadi Viral

Buddha.id - Namo Buddhaya, tentunya teman-teman seDhamma sudah mendengar berita tentang patung Buddha Amitabha dengan tinggi 6 meter yang diresmikan sejak tanggal 8 November 2009 telah diturunkan di Bulan Oktober 2016 ini.

Patung Buddha ini menurut informasi akan di pindahkan ke tempat yang telah disepakati
bersama. Terkait hal tersebut seorang Bante menulis status di Facebook. Statusnya itu menimbulkan rasa damai dan menjadi viral di sosial media. Simak statusnya berikut ini:

Beberapa umat Buddha bertanya kepada saya ketika melihat patung Buddha yg terletak di lantai atas sebuah wihara di kota tanjung balai, asahan, sumatera utara diturunkan: "Lama, kenapa rupang(arca/patung) di wihara diturunkan"? Saya jawab begini," tidak apa apa rupang Buddha turun, sing penting welas asihmu terhadap semua makhluk tidak ikut turun, semua makhluk hidup mendambakan kebahagiaan.

Apabila dengan turun nya patung Buddha bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka bukankah doa khas umat Buddha yaitu "semoga semua makhluk hidup berbahagia" menjadi kenyataan?" 


Status Bante Karma Terkait Penurunan Patung Buddha di Tanjung Balai Jadi Viral

Tak lama setelah status itu diposting langsung menuai banyak komentar dari netizen. Kebanyakan memberikan komentar positif karena status itu menyentuh perasaan dengan pesan perdamaian.

Seorang netizen...

Dani Fabian Marthenia mengatakan patung hanya simbol atau pengingat. Dia bukanlah barang yang disakralkan.

"Salut. Ini lah sebenarnya beragama. Simbol cuma menjadi lambang atau pengingat saja. Tidak dijadikan barang yang sakral ataupun di tuhankan," tulis Dani.

Sedangkan Tjen Agustinus Chandra berpendapat kehadiran Tuhan dalam setiap diri manusia lebih penting. Apa artinya sebuah patung tanpa hadirnya iman di dalam hati.

"Apa artinya sebuah patung buatan tangan manusia sendiri jika tidak ada kasih Tuhan dalam diri kita masing2.patung adalah sebuah sarana saja.yg mengingatkan kita untuk tidak lupa bersyukur.apa artinya sebuah toak yg cuap2 doanya supaya didengar tetangga. tapi hatinya penuh iri dan dengki.? TUHAN BERKUASA ATAS SEMUA CIPTAANNYA," katanya.

Dikutip dari : Berbagai sumber

Your Reactions:

Info Buddhis : (Kegiatan Terakhir 2017) Mari danai cetakan paritta jilid 6 bersama Buddha.id DISINI. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.