Bagaimana Cara Menghindari Pengaruh Roh Halus, Setan Dalam Bermeditasi?

Bagaimana Cara Menghindari Pengaruh Roh Halus, Setan Dalam Bermeditasi?

24 November 2016

Bagaimana Cara Menghindari Pengaruh Roh Halus, Setan Dalam Bermeditasi?

Paritta Suci
Bagaimana Cara Menghindari Pengaruh Roh Halus, Setan Dalam Bermeditasi?

Buddha.id - Namo Buddhaya, pada artikelnya sebelumnya Admin pernah menulis tentang Gangguan Dalam Bermeditasi silahkan baca kembali bagi temen-temen seDhamma yang belum membacanya, dalam artikel tersebut dituangkan bedasarkan pengalaman pribadi saja.

Sulitnya Memusatkan Pikiran Saat Meditasi tentunya bukan hal yang asing lagi bagi setiap orang yang baru atau ingin memulai belajar meditasi pastinya akan menemui berbagai kendala. (Pasti selalu saja ada gangguan-ganguan diluar perkiraan kita).

Lalu bagaimana cara mengatasinya jika gangguan tersebut datangnya dari pengaruh roh halus, setan dalam bermeditasi?

Semoga jawaban yang saya temukan dari situs samaggi-phala.or.id bisa menjadi jawaban yang tepat bagi teman-teman yang mempunyai masalah serupa tentang, Bagaimana Cara Menghindari Pengaruh Roh Halus, Setan Dalam Bermeditasi?

Jawab : 
Dalam bermeditasi, pada awalnya seseorang hendaknya selalu berusaha memusatkan perhatian pada obyek konsentrasi, misalnya proses masuk dan keluarnya pernafasan. Dengan demikian, apabila terjadi ‘penampakan’, pelaku meditasi hendaknya tidak menghiraukannya. Ia harus tetap memusatkan perhatian pada obyek meditasi. Dengan mampu memusatkan pikiran pada obyek, maka secara bertahap segala bentuk penampakan dan gangguan akan lenyap dengan sendirinya.

Namun, pelaku meditasi tahap lanjutan boleh mempergunakan kesadaran penuh untuk mengetahui dan mengamati adanya gangguan mahluk halus. Pelaku meditasi hanya mengetahui saja segala penampakan yang ada tanpa harus timbul rasa takut maupun benci. Dengan pengembangan kesadaran yang tinggi, mahluk halus itupun akhirnya akan lenyap dan tidak mengganggu lagi.

Namun, kalau pelaku meditasi masih belum mempunyai konsentrasi maupun kesadaran yang cukup tinggi, maka ia boleh juga mengucapkan berkali-kali dalam batin kalimat ”Semoga semua mahluk berbahagia”. Kalimat ini adalah merupakan kalimat pemancaran pikiran penuh cinta kasih yang merupakan sarana ampuh untuk mengkondisikan agar para mahluk halus itu tidak mengganggu lagi. Dengan demikian, latihan meditasi dapat dilanjutkan dengan pikiran tenang dan damai, bebas dari berbagai ‘penampakan’.

Jika sobat semua punya jawaban lain, mari corat-coret pada kotak komentar dibawah ini. Kita dapat berdiskusi santai. Salam Metta ☺.