13 Oktober 2016

Sahabat Sejati Dan Sahabat Palsu

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Sahabat Sejati Dan Sahabat Palsu

Buddha.id - Namo Buddhaya, terakhir kita sudah melihat kiriman dari saudara Jimmy disini Video Lagu Buddhis Berbahagialah Kiriman LAHD Productions dan pada kesempatan yang baik dan berbahagia ini saya kembali akan membagikan artikel tentang Sahabat Sejati dan Sahabat Palsu yang saya dapatkan dari Facebook Imelda Yennita.

Sahabat Sejati Dan Sahabat Palsu

Dalam Sigalovada Sutta, Sang Buddha menjelaskan tentang cara memilih sahabat yang baik agar kita tidak jatuh dalam pergaulan yang merugikan diri sendiri.

Terdapat 4 ( empat ) macam sahabat yang baik yang harus dipandang sebagai sahabat-sahabat yang tulus hati, antara lain:

1. ) Sahabat yang suka menolong, yaitu sahabat yang selalu menjaga kita, menjaga harta milik kita, menjadi pelindung kita pada saat berada dalam bahaya dan bersedia membantu lebih dari apa yang kita harapkan.

2. ) Sahabat dikala senang dan susah, yaitu sahabat yang mempercayakan rahasianya kepada kita dan menjaga rahasia kita, setia dan tidak akan meninggalkan kita ketika berada dalam kesusahan dan bersedia berkorban untuk menjaga kita.

3. ) Sahabat yang suka memberi nasehat yang baik, yaitu sahabat yang mencegah kita berbuat salah, mendorong kita untuk berbuat baik, memberikan informasi tentang hal-hal yang belum pernah kita dengar dan menunjukkan jalan menuju kebahagiaan.

4. ) Sahabat yang selalu memperhatikan keadaan kita atau simpati pada kita, yaitu sahabat yang tidak akan bersuka cita ketika kita menderita, sahabat yang gembira dengan kesuksesan kita, mencegah orang lain untuk membicarakan tentang keburukan kita dan mendukung orang lain yang membicarakan hal-hal yang baik tentang kita.

Teman yang merupakan seorang penolong, teman dalam suka dan duka, teman yang memberi nasehat yang baik, teman yang simpati. Terhadap orang-orang yang demikian orang bijaksana harus mengetahuinya sebagai empat teman yang sejati dan harus membaktikan dirinya kepada mereka sebagai seorang ibu terhadap anak kandungnya.

Orang yang bijaksana dan bermoral bersinar seperti api di puncak bukit, mengumpulkan uang seperti lebah yang tidak melukai bunga. Demikianlah seseorang membuat tumpukan hartanya seperti sebuah sarang semut, secara berangsur-angsur.

Orang yang menjadi kaya dengan cara ini dapat membantu keluarganya dan membantu teman-temannya yang kesulitan ( dalam keuangan ). Ia harus membagi uangnya menjadi empat bagian, antara lain: satu bagian digunakan untuk hidup, dua bagian digunakan untuk mengembangkan usahanya, dan bagian yang keempat harus disimpan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tak terduga.

Selain itu terdapat 4 ( empat ) jenis sahabat yang tidak baik yang berpura-pura menjadi seorang sahabat, antara lain:

1. ) Seorang yang tamak, yaitu sahabat yang serakah, memberi sedikit tetapi mengharapkan pengembalian banyak, memberi bantuan hanya ketika ia sendiri berada dalam bahaya, menjalin persahabatan dengan orang lain hanya untuk kepentingannya sendiri.

2. ) Seorang yang berbicara banyak tanpa berbuat apa-apa, yaitu sahabat yang suka membual tentang persahabatan masa lalu dan masa depan, berusaha untuk mendapatkan simpati kita dengan kata-kata yang kosong, menawarkan bantuan kepada kita ketika bantuan itu tidak diperlukan, ketika bantuannya diperlukan ia akan mengatakan tidak sanggup.

3. ) Seorang penjilat, yaitu sahabat yang membiarkan kita berbuat salah, tidak menganjurkan kita untuk berbuat baik, memuji di hadapan kita, mencela dibelakang kita.

4. ) Seorang pemboros, yaitu sahabat yang hanya mau bersahabat dengan seorang pemabuk, sering keluyuran, suka berfoya-foya dan gemar berjudi.

Sahabat yang mencari sesuatu untuk diambil, sahabat yang ucapannya berlainan dengan perbuatannya, sahabat yang menjilat, yang mempersilahkan kita berbuat apa saja, sahabat yang membawa kita ke jalan yang sesat. Keempat jenis sahabat palsu tersebut perlu kita waspadai karena hubungan dengan mereka tidak tulus dan tidak akan membuat kita bertambah bijaksana.

Persahabatan yang tulus menjadi penting karena akan saling mempengaruhi, jadi pilihlah sahabat yang baik, sesuai dengan Sabda Sang Buddha dalam Manggala Sutta bahwa bergaul dengan orang bijaksana merupakan berkah utama. Selain itu, kita sendiri juga harus bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Bagaimana caranya? Menjalankan Pancasila Buddhis dengan baik, niscaya kita akan dapat menjadi sahabat yang baik bagi orang lain dan dapat menganjurkan orang lain untuk selalu berbuat bajik.

Ajaran Buddha sungguh sempurna, jadi kalau kita mau mengikuti dan menjalankan ajaran Buddha, kita pasti bahagia dan bebas dari penderitaan. Begitu juga dalam bersahabat, kita harus memilih sahabat bukan berdasarkan suku, agama, ras, dan bahasanya. Memilih sahabat berdasarkan ajaran Buddha adalah berdasarkan moralitas, ketulusan dan kebijaksanaannya.

Salam Persahabatan... Salam Metta _/||\_

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate