6 September 2016

Kasih Ibu: Oleh Bhikkhu Sri Pannavaro

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Kasih Ibu: Oleh Bhikkhu Sri Pannavaro

Buddha.id - Namo Buddhaya, semoga semua makhluk hidup berbahagia. Teman-teman seDhamma tentunya sudah tidak asing dengan sosok B. Sri Pannavaro bukan? Beliau lahir di Jawa Tengah tepatnya di kota Blora pada tanggal 22 Juli 1954 dengan nama Husodo (Ong Tik Tjong), dan menjabat sebagai Kepala Sangha Theravada Indonesia.

Selengkapnya : Mengenal Sedikit Tentang Bhikkhu Sri Pannavaro

Pada kesempatan yang baik ini saya akan berbagi sebuah ceramah oleh B. Sri Pannavaro dengan topik ceramah "KASIH IBU". Tentunya akan sayang sekali jika teman-teman tidak membaca artikel ini sampai tuntas. Berikut ini adalah Kasih Ibu Oleh Bhikkhu Sri Pannavaro :

Dalam agama Buddha kedudukan seorang ibu sangat lah istimewa. Dalam Mangala Sutta disebutkan bahwa menyokong ayah dan ibu merupakan suatu berkah utama. Kita mungkin mengatakan bahwa kasih sayang ibu adalah tema sangat sederhana, namun pada praktek kehidupan kita sehari-hari apakah kita sungguh sungguh sudah menyadari besarnya kasih sayang ibu kita? dan sudah berusaha untuk membalas budinya?. Jika merasa sudah membalas apakah dengan cara yang benar?

Banyak kasus di sekeliling kita yang menggambarkan putra putri yang tidak berbakti pada orang tuanya. Banyak alasan yang menimbulkan hal itu. Bisa masalah ekonomi, masalah keluarga, bahkan masalah agama juga bisa membuat seorang anak mengakibatkan orang tuanya menjadi sedih dan menderita.

Cukup banyak kasus yang kita dengar karena alasan seorang anak merasa agamanya yang paling benar dan agama orang tuanya salah maka dia bisa mengancam untuk tidak mau mengurus orangtuanya sendiri jika tidak ikut agamanya.

Mungkin dia merasa niatnya baik. Tetapi niat itu benar jika alasannya itu benar, dan dengan cara yang juga harus benar bukan dengan paksaan atau ancaman yang justru membuat orangtuanya merasa menderita.

Agama Buddha juga mengajarkan bahwa untuk dapat membalas budi kepada orang tua, maka seorang anak harus bisa membuat orangtuanya mempunyai sila yang baik dan mengerti Dhamma serta hukum hukumnya. Tetapi sepanjang pengetahuan saya itu bukanlah berarti bahwa seorang anak Buddhis baru bisa membalas budi orangtuanya jika bisa membuat orangtuanya juga beragama Buddha.

Menjalankan sila dan mempraktekkan Buddha Dhamma serta hukum hukumnya tidak identik dengan harus beragama Buddha. Ada orang yang bukan beragama Buddha namun pada prakteknya dia menjalankan sila dan mengerti tentang yang baik akan berakibat baik dan melakukan yang buruk akan berakibat buruk.

Bandingkan dengan orang yang mengaku Buddhis tetapi tidak menjalankan sila dan tidak mengerti ajaran Buddha. Mana yang Buddhis menurut anda? Hidup sesuai Buddha Dhamma tidak perlu harus beragama Buddha. Buddha Dhamma bukanlah berupa ritual keagamaan yang dangkal.

Mari kita kembali dalam topik Kasih Sayang Ibu ini. Sebagai seorang anak Buddhis yang baik maka kita harus membalas budi orangtua kita terutama ibu kita. Bhante Sri Pannavaro menerangkan caranya dalam ceramah renungan kasih sayang ibu ini.

Namun jika orangtua kita punya keyakinan lain maka menurut hemat saya membalas budinya bukan dengan memaksanya menjadi beragama Buddha tetapi mulai dengan memberikan contoh prilaku kita sendiri yang baik kemudian secara perlahan lahan mengajarkan tentang sila dan Dhamma serta hukum hukumnya. Jika kita bisa membuat orangtua kita hidup sesuai Buddha Dhamma maka kita sudah membalas budi mereka. Anumodana..!!
Baca juga : Mengenal Sedikit Situs Buddhis Segenggam Daun

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate