9 Desember 2016

Hidup Seimbang

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Buddha.id - Keseimbangan sangatlah penting dalam menjalani hidup, ketika Siddharta Gautama terlalu keras terhadap diri sendiri dan terlalu lunak dengan diri sendiri beliau tidak mendapatkan penerangan sempurna, oleh sebab itu muncullah gambar meditasi Siddharta Gautama dengan bentuk badan kurus kering, karena terlalu extreme dalam menjalankan hidup.

Hidup Seimbang
Sumber Gambar : buddhism.stackexchange.com

Setelah melakukan perjalanan dalam menentuan penyeimbangan diri, maka beliau menjadi Buddha yang secara harfiah adalah mereka yang sadar atau mendapat pencerahan sejati. Kata Buddha sendiri berasal dari bahasa sansekerta Budh yang berarti untuk mengetahui.

Seperti yang kita ketahui, ketidakseimbangan dalam menjalankan hidup dapat berakibat tidak menyenangkan, seperti beberapa pejabat di negara kita karena terlalu lunak dan tetap tidak puas dengan apa yang didapatkan dan berbuat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang bukan haknya, akhirnya berakhir didalam penjara, kalau di Tiongkok sampai dengan hukuman mati, layaknya seekor semut yang rela mati oleh gulanya sendiri.

Hidup seimbang bisa dengan contoh kecil dalam kesehatan seperti :

1. Istirahat yang cukup

2. Asupan Gizi yang cukup , untuk hal ini Siddharta Gautama menyarankan untuk menjadi vegetarian, seperti yang pernah saya baca dari buku Micracle of Enzim karya Hiromi Shinya, ternyata tumbuh-tumbuhan / sayuran yang kita makan mengandung enzim, enzim itu adalah secara sederhana bahan bakar untuk hidup. kita meninggal karena kita tidak memiliki enzim, begitu pula mengutip dari karya Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power,bahwa makanan yang baik itu hanya 3, sayuran,buah-buahan dan tauge, minuman terbaik didunia dalam buku Mukjizat Suhu Tubuh karya Masashi Saito yaitu air bening (air mineral) yang hangat. (untuk mengenai topik ini saya akan bahas di artikel yang lainnya)

3. Olahraga, olahraga yang cukup (seimbang) tidak berlebihan dan kurang, menghasilkan badan yang segar sebab peredaran darah akan lancar, jika peredaran darah tidak lancar siklus respon baik ke otak akan terhambat dan menimbulkan dampak seperti malas dan sebagainya.

4. Membaca, membaca itu baik, sebab membaca itu sama halnya memberi makan pada otak, sumber ilmu kalau kita lihat dalam philoshopy kanji Jepang 本 (hon, dibaca hong) bermakna buku, piktograf dari kanji tersebut tergambar seperti pohon , ini mirip dengan tumbuh-tumbuhan sebagai makanan yang baik di point ke 2, sangat relevan.

Orang bijaksana pasti dapat mengendalikan jadwal hidup yang seimbang, seperti tertulis  :
Para bijaksana terkendali perbuatan, ucapan dan pikirannya, sesungguhnya, mereka itu benar-benar telah dapat menguasai diri. (Dhammapada 234)
Selamat menjalani hidup seimbang dan berbahagia selalu. Salam cinta kasih.
Oleh : Regent R

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate