28 Maret 2016

Petikan Tanya Jawab Dengan Bhante Uttamo

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Petikan Tanya Jawab Dengan Bhante Uttamo

Buddha.id - Namo Buddhaya, sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para Dermawan buddha.id yang sudah mengikuti kegiatan Mari Berdana Dengan Mencetak Kitab Suci KOO ONG KUAN SEE IEM KENG yang sebentar lagi kita akan tutup pada 31 Maret 2016.

Tanpa adanya kawan-kawan seDhamma semua saya yakin kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar. Jadi sekali lagi tulus dari hati saya mengucapkan terima kasih semoga jasa kebaikan kalian semua mendapatkan balasan yang lebih besar dikemudian hari.

Pada kesempataan yang baik ini kita akan mengulas tentang Petikan Tanya Jawab Dengan Bhante Uttamo dimana ada seorang umat yang bertanya kepada beliau sebagai berikut.

Tanya :

1. Saya ingin bertanya bagaimanakah pendapat Bhante pribadi dan bagaimana sikap
Sangha Theravada terhadap perkembangan aliran Maitreya ? Selain itu bagaimanakah
kebaikan dan kekurangan aliran ini menurut Bhante ?

2. Apakah Bhante pribadi setuju dengan pola vegetarian yang mereka terapkan?

3. Banyak umat aliran Buddhis lain yang mengatakan aliran Maitreya ini merupakan aliran yang sesat karena Maitreya sendiri belum dilahirkan , bagaimana menurut
pendapat Bhante pribadi ?

4. Apakah selama ini pernah ada pertemuan antara pihak Theravada dengan aliran Maitreya ? Bila pernah mengenai apa ?

Jawab :

1. Selama suatu aliran mengajarkan para pengikutnya untuk mengembangkan kebajikan , mengurangi kejahatan dan juga membersihkan batin dari ketamakan , kebencian serta kegelapan batin , maka aliran itu tentunya merupakan aliran yang baik.

Apapun nama aliran itu tidaklah menjadi masalah. Mengenai pandangan tentang kebaikan dan kekurangan suatu aliran sesungguhnya tidak mudah ditentukan di sini tanpa memberikan kesempatan para pemuka aliran itu menyampaikan pendapat dan ajarannya terlebih dahulu. Sedangkan , sampai saat ini Sangha Theravada Indonesia tidak mempunyai sikap khusus terhadap aliran Maitreya ini.

2. Pola hidup untuk tidak makan daging atau vegetarian ini bukan hanya dilakukan oleh aliran Maitreya saja. Beberapa aliran Agama Buddha dan juga aliran lain pun melakukannya pula. Hal ini tidaklah masalah. Sang Buddha juga memperkenankan orang untuk vegetarian walaupun perilaku itu bukanlah menjadi keharusan umat Buddha.

Vegetarianisme ini adalah hal yang baik selama orang yang melakukannya menyadari bahwa pola hidup yang ia pilih tersebut merupakan salah satu bentuk latihan pengendalian diri. Ia mengendalikan diri dari keinginan dan nafsunya sendiri. Pengendalian diri yang dapat digolongkan sebagai sila ini menjadi dasar untuk mengembangkan batin dalam meditasi sehingga ia dapat terbebas dari ketamakan, kebencian dan kegelapan batin.

Dengan demikian, setelah mengendalikan diri melalui makanan, masih cukup banyak tahap yang harus dilalui seseorang untuk mencapai kesucian. Oleh karena itu, hendaknya ia menyadari bahwa bukan karena pola makan saja seseorang dapat mencapai kesucian. Jadi, ia tidak boleh memaksakan kehendak agar semua orang mengikuti pola hidupnya ini. Apabila hal tersebut dapat dilakukannya, maka vegetarianisme ini tentunya tidak membawa masalah untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya.

3. Sesat atau benarnya suatu aliran tentunya harus dilihat dari TUJUAN suatu aliran
didirikan. Kalau aliran itu bertujuan untuk:
a. Mengurangi rangsangan indria dan pikiran.
b. Membebaskan diri dari dukkha.
c. Menghindarkan diri dari pemupukan kekotoran batin.
d. Memberikan kepuasan pada yang sedikit.
e. Memberikan kepuasan dan kebahagiaan pada apa yang telah dimiliki.
f. Meningkatkan semangat dalam berusaha.
g. Memberikan rasa mudah untuk dirawat dan dibantu.
h. Menimbulkan rasa suka untuk tinggal di tempat yang sepi khususnya bagi seorang
bhikkhu. (Kitab Anguttara Nikaya IV, 280)
dan juga tidak bertentangan dengan Ajaran Sang Buddha yang terdapat dalam Brahmajala Sutta yang berisikan 64 Pandangan Salah, maka tentunya aliran tersebut dapat diterima.

4. Selama ini , karena minimnya informasi yang saya miliki , tampaknya pertemuan antar kedua LEMBAGA tersebut masih belum pernah diadakan. Namun, mungkin saja pendapat saya ini masih kurang benar. Kalau memang keliru , silahkan memberikan informasi yang lebih lengkap kepada saya. Anumodana.

Sedangkan kalau pertemuan antar UMAT Maitreya dan Theravada, kiranya sudah banyak terjalin dalam masyarakat. Pertemuan dan persahabatan antar dua orang dengan aliran yang berbeda adalah merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Seseorang mengikuti suatu aliran tertentu bukanlah menjadikannya sebagai orang asing yang tidak boleh dihubungi ataupun disentuh.

Seseorang memilih suatu aliran adalah karena kecocokan pribadinya. Kalau memang ia merasa cocok dengan aliran itu, biarkan saja hal itu terjadi karena pilihannya tersebut adalah merupakan urusan pribadinya. Sedangkan , ia bergaul dan bersosialisasi adalah haknya. Keduanya tentu harus dibedakan dengan jelas.

Semoga artikel bermanfaat untuk kita semua, konten ini diambil dari FACEBOOK yang menShare ke grub BUDDHA DHAMMASALA dan image diatas merupakan hak milik dari bbcid.org. Salam Metta..!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate