7 Maret 2016

Kenapa Harus Bernamaskara Kepada Orang Tua di Hari Imlek ?

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Kenapa Harus Bernamaskara Kepada Orang Tua di Hari Imlek ?

Buddha.id - Namo Buddhaya, sangat sayang sekali jika teman-teman tidak baca artikel ini, sangat mengharukan dan harus kita terapkan kepada kedua orang tua kita. Konten ini saya dapatkan dari Facebooknya Dhamma Vijja dan saya akan share kembali disini tentunya dengan tujuan baik.

Jasa orangtua amat besar dan sulit terbalas oleh anak-anaknya selama hidupnya. Dalam Anguttara Nikaya Bab IV ayat 2 Sang Buddha memberikan perumpamaan sebagai berikut : “Bila seorang anak menggendong ayahnya dipundak kiri dan ibunya di pundak kanan selama seratus tahun, maka anak tersebut belum cukup membalas jasa kebaikan yang mendalam dari orangtuanya.”

Anak-anak amat berhutang budi kepada orangtuanya. Tanpa kasih sayang dan pengorbanan orangtua, anak-anak tidak mungkin dapat hidup bahagia. Sang Buddha pernah mengatakan bahwa orangtua laksana “Brahma” bagi anak-anaknya.

Oleh sebab itu, anak-anak seyogyanya berbakti kepada orangtuanya. Anak-anak seyogyanya merasa gembira dan bahagia bila berkumpul dengan orangtuanya. Anak-anak seyogyanya berlaku baik dan sopan terhadap orangtuanya.

Dalam Dhammapada bab XXIII ayat 332, Sang Buddha bersabda, “Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan kebahagiaan. Berlaku baik terhadap pertapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini, berlaku baik terhadap Para Ariya juga merupakan kebahagiaan.”

Anak–anak seyogyanya berusaha melakukan kewajibannya sebagai anak dengan sebaik-baiknya. Dalam Sigalovada Sutta diuraikan mengenai 5 macam kewajiban anak kepada orangtuanya, yaitu,
  • Merawat dan menunjang kehidupan orangtuanya terutama dihari tua mereka.
  • Membantu menyelesaikan urusan-urusan orangtuanya.
  • Menjaga nama baik dan kehormatan keluarganya.
  • Mempertahankan kekayaan keluarga, tidak menghambur-hamburkan harta orangtua dengan sia-sia.
  • Memberikan jasa-jasa kebahagiaan kepada orangtuanya yang telah meninggal dunia.
Dalam Angguttara Nikaya Bab IV ayat 2, Sang Buddha juga memberikan petunjuk mengenai cara terbaik untuk membalas budi dan jasa kebaikan orangtuanya, yaitu sebagai berikut :
Apabila anak dapat mendorong orangtuanya yang belum mempunyai keyakinan terhadap Tiratana (Buddha, Dhamma, dan Sangha), sehingga mempunyai keyakinan kepada Tiratana; apabila anak dapat membuka mata hati orangtua untuk hidup sesuai dengan Dhamma, membimbing mereka untuk memupuk kamma baik, berdana, melaksanakan sila, mendorong mereka mengembangkan kebijaksanaan, maka anak tersebut dapat membalas budi dan jasa-jasa kebaikan orangtuanya.
Sesungguhnya, dengan berbuat demikian, selain anak tersebut telah membalas jasa-jasa orangtuanya, ia juga telah menumpuk karma-karma baik bagi dirinya sendiri.

Ada seorang umat bertanya kepada Bhante Uttamo. Umat ini mempunyai masalah dengan orangtuanya. Ketika dia menyuruh anak-anaknya bernamaskara atau bersujud di depan nenek, sang nenek bilang tidak perlu melakukan sujud sepert itu.
Bhante menjawab bahwa orangtuanya mungkin masih kurang pengertian akan makna namaskara atau bersujud.
Dan bhante pun berharap orangtuanya tersebut ikut juga mendengarkan penjelasan bhante ini. Orangtua yang tidak mau mendapatkan namaskara dari anaknya adalah orangtua yang masih memiliki pandangan sempit tentang bersujud. Mungkin mereka takut apabila mendapat namaskara, mereka akan segera meninggal. 

Padahal ketika anak ber-namaskara kepada orangtuanya, orangtua hendaknya justru memberikan doa kepada sang anak agar mereka semua berbahagia, agar mereka sejahtera dan agar mereka sukses selalu. Bhante pun menghimbau kita sebagai seorang anak hendaknya ber-namaskara kepada orangtua minimal setahun sekali, misalnya bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, sebagai bentuk penghormatan anak kepada ayah dan ibu. ( Bhante Uttamo Mahathera )

Video dibawah ini merupakan renungan kepada Ayah dan Ibu kita, harus tonton yah. Salam Metta

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate