29 September 2016

Tata Cara, Syarat Pemberkatan Pernikahan Dalam Agama Buddha

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Buddha.id - Seperti kita ketahui setiap agama mempunyai tata cara, tradisi tersendiri dalam melakukan suatu acara pernikahan, sebagai pasangan yang hendak menikah maka ia harus melewati rangkaian-rangkaian atau syarat menikah dalam agama Buddha salah satunya harus bisa membaca paritta suci.

Tata Cara, Syarat Pemberkataan Pernikahan Dalam Agama Buddha
Ilustrasi Gambar

Buat kawan-kawan sedhamma yang akan atau mungkin sedang merencanakan pemberkatan pernikanan dalam agama Buddha ada baiknya simak syarat dan tata caranya dibawah ini :

Pastinya hal yang pertama kita lakukan adalah memilih di Vihara mana kita hendak melangsungkan pernikahan, jika masih bingung bisa kamu lihat disini Daftar Nama Alamat Vihara Sangha Theravada di Indonesia .

Setelah kita mantap memilih Vihara selanjutnya kita harus mempersiapkan syarat administrasi Vihara sbb :
  • Mengisi Formulir Pemberkataan Pernikahan Dengan Benar
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) beragama Buddha sebanyak 3 lembar dilegalisir oleh Lurah. Apabila beragama non-Buddha, harap melampirkan surat pernyataan beragama Buddha di atas materai Rp. 6.000,- diketahui RT/RW/lurah setempat sebanyak 2 lembar
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) calon mempelai sebanyak 3 lembar dilegalisir oleh Lurah (model komputerisasi)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua calon mempelai/wali yang akan menghadiri upacara pemberkahan sebanyak 3 lembar.
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) saksi sebanyak 3 lembar (saksi masing-masing mempelai sebanyak 1 orang - tidak boleh saudara kandung)
  • Fotokopi Akta Lahir sebanyak 3 lembar
  • Surat Keterangan Lurah setempat bentuk/model PM1-WNI, N1, N2, dan N4 atau model lainnya yang menerangkan status sebanyak 3 lembar (satu asli dan yang lainnya fotokopi). Minta surat keterangan RT/RW terlebih dahulu Seperti :
  • PM1 WNI: surat keterangan untuk pembuatan akta pernikahan di Kantor Catatan Sipil
  • Dan N1: surat keterangan status, N2: surat keterangan asal-usul, N4: surat keterangan orang tua
  • Fotokopi Surat Ganti Nama mempelai & orangtua sebanyak 3 lembar (jika ada)
Keterangan: masing-masing surat 3 lembar: 1 lembar untuk catatan sipil, 1 lembar untuk pandita, 1 lembar untuk arsip Vihara.

Baca juga : Nasehat Kerukunan Suami Istri

Jika persyaratan diatas sudah selesai selanjutkan kita harus persiapkan diri kita sebab saat melakukan proses pemberkatanpernikahan di Vihara kita akan membacakan paritta-paritta suci seperti ini :

1. Paritta Vandana

NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASA (Dilafalkan 3 Kali)

2. Paritta Tisarana ( Tiga Perlindungan )

Selengkapnya bisa lihat disini Tisarana( Paritta Perlindungan ) Beserta Artinya

3. Pancasila Buddhis ( Sila Ke Tiga )

Kamesu micchacara verama┼ći sikkha-padam samadiyami, artinya Aku bertekad akan melatih diri menghindari perbuatan asusila.

Selanjutnya kita hanya menunggu untuk Pengurusan Surat Nikah di Kantor Catatan Sipil, biasanya dari pihak Vihara yang nanti mengantar kita ke kantor catatan sipil untuk proses tanda tangan saja. Kelihatannya ribet sekali ya, tapi jika kita jalani ternyata tidak serumit yang kita bayangkan.

Demikianlah informasi tentang Tata Cara, Syarat Pemberkataan Pernikahan Dalam Agama Buddha, semoga artikel bermanfaat mohon koreksinya jika ada kesalahan sekian. Namo Buddhaya..!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate