19 Februari 2016

Dalam Agama Buddha Alam Manusia Paling Baik Untuk Mencapai Kesempurnaan, Kenapa Demikian ?

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Buddha.id - Namo Buddhaya, hallo teman apa kabar semoga semua dalam keadaan baik dan tentunya sehat selalu. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin berbagi artikel seputar tanya jawab yang saya dapatkan dari http://www.samaggi-phala.or.id/, dan saya tulis kembali disini tentunya dengan tujuan yang baik.

Yang saya senang dengan topik tanya jawab disini adalah kita, kamu, aku dia, semua kawan-kawan sedhamma bisa saling mengeluarkan pendapatnya sehingga tali persaudaraan sesama Buddhis makin terjalin erat.

Dalam Agama Buddha Alam Manusia Paling Baik Untuk Mencapai Kesempurnaan, Kenapa Demikian ?

Tapi satu hal yang saya himbau disini jangan beranggapan jawaban kamu yang paling benar dan harus menghargai jawan-jawaban teman lainnya itulah yang terpenting. Sebab menurut pengalaman saya tidak ingin debat jadi ricuh karena merasa jawabannya paling benar Pandangan Sang Buddha Tentang Makan Daging, ( intinya saling menghargai )

Tanya : Dalam Agama Buddha Alam Manusia Paling Baik Untuk Mencapai Kesempurnaan, Kenapa Demikian ?

Jawab : Dalam pandangan Dhamma, hidup sebagai manusia mempunyai kesempatan lebih besar untuk menyaksikan ketidakkekalan. Manusia mudah bertemu dengan yang tidak disuka dan berpisah dengan yang disuka. Kejelasan akan ketidakkekalan ini mempermudah manusia untuk membuktikan kebenaran Kesunyataan Mulia yang pertama yaitu hidup berisikan ketidakpuasan.

Dengan menyadari Kesunyataan Mulia yang pertama, maka manusia akan mampu merenungkan bahwa segala sumber ketidakpuasan adalah keinginan. Dengan demikian, timbul dalam batinnya semangat untuk melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagai Jalan mengatasi ketidakpuasan.

Pelaksanakan Jalan Mulia inilah yang akan dapat membebaskan manusia dari kemelekatan sehingga ia dapat mencapai Nibbana atau konsep Ketuhanan dalam Agama Buddha.  Kemungkinan besar manusia mencapai kesucian dalam kehidupan inilah yang mendasari pengertian bahwa terlahir sebagai manusia adalah sebuah kondisi yang ideal untuk mencapai kesempurnaan.

Sedangkan di berbagai alam surga maupun alam menderita karena jangka waktu bahagia dan menderita berlangsung sangat lama maka para mahluk di sana tidak mampu melihat ketidakkekalan. Mereka sulit menyadari adanya perubahan.

Dengan demikian, merekapun sulit untuk memahami Empat Kesunyataan Mulia dan mencapai kesucian di alam surga maupun alam menderita.

Salam Metta..!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate