27 November 2015

Kebencian dan Kebahagiaan

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Kebencian dan Kebahagiaan

Buddha.id - Namo Buddhaya, pada kesempatan yang baik ini saya akan berbagi sebuah artikel yang sangat bagus sekali. Artikel ini saya dapatkan dari Facebooknya " Penyegar Batin " dan saya share kembali disini tentunya dengan tujuan agar bisa membawa kebaikan untuk teman-teman semua.

Tujuan tertinggi bukanlah menghindari kebencian dan mencapai kebahagiaan.Tujuan tertinggi adalah mencapai kebebasan. Bebas dari perangkap kebencian dan kebahagiaan.”

Saat kita bertemu dengan hal yang kita inginkan. Saat itu kita merasa senang atau bahagia. Kalau bisa perasaan senang atau bahagia ini jangan sampai berlalu.Kalau bisa kita senang atau bahagia terus.

Jika kesenangan atau kebahagiaan ini sampai lepas atau hilang atau tidak lagi kita rasakan maka muncul perasaan tidak senang.

Perasaan tidak senang selanjutnya akan berubah menjadi jengkel, marah, dan akhirnya menjadi kebencian.Segala sesuatu di dunia ini tidak abadi.

Yang abadi hanya satu yaitu ketidakabadian itu sendiri.

Ini adalah hukum alam yang tidak bisa ditolak atau dilawan dengan kekuatan apa pun.

Pemahaman ini sangat penting agar kita dapat melihat dan menjalani hidup dengan benar dan tidak melekat baik pada kebencian maupun kebahagiaan.”Pikiran hanya bisa memikirkan satu hal dalam suatu saat.

Jika Anda sedih atau depresi maka yang terjadi adalah pikiran Anda hanya dan terus mainkan film sedih. Anda tidak memberi kesempatan pada diri Anda sendiri untuk bisa merasa bahagia.”

Seringkali kita benci atau bahagia dengan menggunakan tolok ukur yang kurang tepat. Kita benci dengan keadaan kita karena kita membandingkan diri kita dengan orang di atas kita. Kita ingin bisa seperti orang lain yang hidupnya lebih baik dari kita.

Seringkali kita lupa untuk membandingkan diri kita dengan orang lain yang kondisinya di bawah kita.Saat kita memikirkan sesuatu maka kita memberikan energi pada ”buah pikir” ini.

Dan saat kita menghitung berkat dalam hidup kita, energi pikiran yang sama digunakan secara konstruktif dan efektif untuk kebaikan diri.

*Y.M. Sri Pannavaro Mahathera.

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate