25 Oktober 2016

Meski Tidak Punya Tangan Pria ini Tetap Merawat Ibunya Yang Sakit

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Meski Tidak Punya Tangan Pria ini Tetap Merawat Ibunya Yang Sakit

Buddha.id - Namo Buddhaya, apa yang dilakukan pria ini sungguh mulia sekali dan memang harus kita contoh. Sebab di Jaman modern ini perlakuan anak pada orang tua lebih banyak yang melawan dari pada yang berbakti, kalau kata pepatah "Orang tua kaya anak jadi Raja, Anak kaya orang tua jadi babu / pembantu".

Kisah mengharukan ini patut kita jadikan contoh dan renungan agar kita selalu ingat dan berbakti pada orang tua. Chen Xingyin adalah seorang petani miskin yang berasal dari desa Tongxin, Fengdu, kota Chongqing. Chen kehilangan kedua tangannya ketika berumur 7 tahun yang disebabkan kecelakan listrik.

Meskipun ia tidak memiliki kedua tangannya namun ia tetap setia dan berbakti pada ibunya yang sudah tua dan sakit. kesabaran dan ketekunan Chen Xingyin dalam menjalani beratnya hidup sudah tidak diragukan lagi, ia tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap masalah yang menderanya.

Chen adalah putra bungsu dari saudara yang berjumlah enam orang. Ia sudah merawat ibunya yang sakit semenjak tahun 2014. Ibunya yang berusia 88 tahun adalah seorang yang divonis menderita bronchitis semenjak lima tahun yang lalu.

Walau keadaan Chen sangat sulit ia sangat tegar dan mampu melakukan semuanya sendiri Sebagai seorang difabel tentu tidak mudah menjalankan semuanya sendiri, bahkan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri pun pasti akan sangat sulit.

Namun kesulitan tidak pernah membuat Chen menyerah begitu saja. Ia mampu mengurus dirinya sendiri secara mandiri, bahkan ia juga mampu merawat ibunya yang sedang sakit. Tiap hari ia menyuapi Ibunya dengan sendok yang ada di mulutnya.

Dari kisah ini tentu kita bisa ambil nilai positifnya seperti :

1. Berjuang Tak Pernah lelah

2. Ibu Adalah segalanya

3. Tetap Berkerja dan tak mengharapkan belas Kasihan dari Orang Lain

Bagaimana setelah membaca ini ? sangat mengharukan sekali bukan ? semoga artikel ini membawa manfaat dan menjadi renungan untuk kita semua agar kedepannya membawa kebahagian. Salam metta ^-^

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate