Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ?

Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ?
Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ?

Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ?

Donasi
Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ?

Buddha.id - Namo Buddhaya, Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ? itulah topik yang akan mita bahas disini. Ada sebuah pertanyaan menarik dari Ichen dari Tangerang yang bertanya pada B. Uttamo dengan pertanyaan seperti ini :

Tanya : Bhante, Bagaimana Pandangan Agama Buddha Mengenai Meminta Sesuatu Dengan Cara MUJA ? ( Nyupang ). Terus bagaimana kaitannya dengan Hukum karma ?
Baca Juga : Karma dan Pengaruhnya dalam Kehidupan
Jawab : Dalam masyarakat istilah 'Muja' atau 'Nyupang' sering diartikan sebagai usaha seseorang untuk mendapatkan keinginannya dengan cara mendatangi tempat keramat. Ditempat keramat tersebut biasanya ia memberikan janji untuk melakukan sesuatu jika keinginannya telah tercapai.

Memang benar, keberhasilan cara seperti ini tergantung pada dukungan karma baik orang itu sendiri. Namun apabila janji itu berhubungan dengan keberadaan makhluk " Halus " di tempat itu, maka sesungguhnya orang tersebut telah menjalin suatu bentuk ikatan tertentu dengan mahluk tersebut. 'Ikatan kerja' ini tentu akan memberikan akibat yaitu salah satunya apabila orang tersebut meninggal dunia, ia mungkin akan dilahirkan di alam yang sama dengan mahluk yang telah membantunya.

Maka itu dari itu, dalam pandangan Buddha Dhamma, seseorang umat Buddha dalam usahanya mendapatkan kebahagiaan sebaiknya selalu mengembangkan kebajikan dengan melaksanakan kerelaan, kemoralan dan konsentrasi.

Dengan timbunan kebajikan yang telah dilakukannya, ia akan mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan yang diharapkannya. Kebahagiaan ini tidak ada ikatan dan kaitan dengan mahluk lainnya. Dengan demikian, ia hendaknya dapat menghindari berbagai bentuk 'kerja sama' dengan mahluk dari alam lain yang berpotensi menimbulkan penderitaan di masa depan.

Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat.

Demikianlah ulasan seputar tanya jawab yang Buddha.id kutip dari http://buddhaschool.blogspot.co.id/. Semoga bermanfaat, silahkan jika ingin berdebat, namun tetap santun dan jangan MengKLAIM jawaban kamu paling benar. terima kasih ^_^

Your Reactions:

Info Buddhis : Cetakan paritta jilid 6 resmi kami tutup per 10/10/2017. Terima kasih atas partisipasinya, akan kami update kembali setelah paritta selesai cetak. Salam Metta _/|\_

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kontak pada menu di atas.