1 September 2015

Simbol Penghormatan Agama Buddha

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Simbol Penghormatan Agama Buddha

Simbol Penghormatan Agama Buddha- buddha.id, Setiap Agama pasti memiliki objek atau simbol tertentu yang ditujukan untuk penghormatan. Dalam Agama Buddha terdapat tiga objek utama yang digunakan sebagai simbol penghormatan, yaitu :
  • Saririka, ialah relik-relik jasmani sang Buddha
  • Uddesika, ialah simbol agama seperti rupang atau patung dan gambar sang Buddha dan cetiya atau pagoda
  • Paribhogika, ialah barang-barang pribadi yang pernah digunakan oleh Buddha.
Hal ini sudah sangat lazim bagi semua umat Buddha di seluruh dunia untuk memberikan penghormatan kepada objek-objek diatas. Umat Buddha juga memiliki tradisi untuk membangun rupang Sang Buddha, cetiya atau pagoda, serta menanam pohon Bodhi di setiap Vihara sebagai objek penghormatan keagamaan.

Banyak orang salah paham dan menggangap umat Buddha sebagai penyembah berhala. Kesalahpahaman ini biasanya disebabkan kurangnya pengetahuan tentang ajaran Buddha serta adat istiadat dan tradisi Buddhis.

Secara umum penyembahan berhala sebenarnya adalah mendirikan patung dewa-dewi di beberapa agama theistik dalam berbagai bentuk yang dibuat pemeluknya untuk disembah, mencari berkah, kemewahan, kesehatan, kekayaan, serta perlindungan. Beberapa diantara mereka bahkan memohon kepada patung tersebut untuk memenuhi bermacam kekuasaan pribadi walaupun kekuasaan itu diperoleh dengan cara yang salah. Mereka juga berdoa agar dosa mereka diampuni.

Pemujaan terhadap  rupang (gambar/patung) Sang Buddha sebenarnya berbeda dengan aspek yang diterangkan di atas. Istilah 'menyembah' disini sendiri sebenarnya lebih tepatnya untuk 'memberi penghormatan'. Umat Buddha tidak berdoa kepada patung atau berhala, tapi yang mereka lakukan hanyalah memberi penghormatan kepada guru agama yang Agung dan layak diberi penghormatan. Rupang-rupang didirikan sebagai tanda penghormatan dan penghargaan untuk pencapaian tertinggi dari pencerehan dan kesempurnaan seorang Guru Agama yang luar biasa. Bagi seorang Buddhis, rupang Sang Buddha hanya merupakan suatu simbol yang membantunya mengingat Sang Buddha.

Para Buddhis berlutut dan memberi hormat kepada rupang sebenarnya memberi hormat kepada apa yang diwakili rupang tersebut. Mereka merenung dan bermeditasi untuk mendapatkan inspirasi dari keperibadian mulia Sang Buddha. Mereka berusaha menyamakan kesempurnaan-Nya dengan mengikuti ajaran-ajaran mulia Sang Buddha.

Tindakan memberi penghormatan kepada Sang Buddha, bukanlah suatu perbuatan yang dilakukan atas dasar rasa takut atau perbuatan untuk memohon kebahagiaan duniawi. Namun umat Buddha percaya bahwa perbuatan menghargai dan menghormati ciri-ciri suci yang dimiliki oleh guru agama mereka merupakan suatu perbuatan yang berpahala dan membawa berkah. Umat Buddha juga percaya bahwa mereka sendiri yang bertanggungjawab atas keselamatan diri mereka sendiri dan tidak harus bergantung kepada pihak ketiga.

Sang Buddha sendiri hanyalah seorang guru yang telah menunjukan jalan kebenaran dan keselamatan. Menurut Sang Buddha, tak ada Tuhan atau guru agama manapun yang dapat memasukkan seseorang kedalam surga atau neraka. Manusia menciptakan sendiri surga dan nerakanya melalui pikiran, tingkah laku dan perkataan mereka.

Ketika umat Buddha menghormati Sang Buddha, mereka menghormati-Nya dengan melafalkan kalimat-kalimat yang memuliakan kebajikan-Nya. Kalimat-kalimat ini bukanlah doa-doa untuk meminta kepada Tuhan atau Dewa untuk menghapus dosa mereka. Kalimat ini hanya bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada seorang Guru Agama yang telah mencapai pencerahan dan menunjukkan cara hidup yang benar untuk kebaikan manusia. Umat Buddha menghormati guru agama mereka atas dasar terima kasih. Sang Buddha juga menasehati umatnya untuk menghormati mereka yang pantas untuk dihormati. Oleh karena itu, seorang Buddhis boleh mengakui dan menghormati guru agama manapun yang pantas dan layak dihormati.

Sekian dulu artikel mengenai Simbol Penghormatan Agama Budha. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua, teima kasih.

Namo Buddhaya..!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate