29 September 2015

Sekilas Tentang Nanda Thera

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Sekilas Tentang Nanda Thera

Pada suatu ketika ditengah perjalanan, Sang Buddha menetap di sebuah Vihara Veluvana Rajagaha. Dan pada waktu itu ayah-Nya, Raja Suddhodana berulangkali mengirimkan utusannya kepada Sang Buddha, dengan maksud meminta Sang Buddha untuk mengunjungi kota Kapilavatthu. Demi memenuhi permintaan ayahnya, Sang Buddha mengadakan perjalanan dengan diikuti oleh sejumlah besar arahat.

Setibanya di Kapilavatthu, Sang Buddha bercerita tentang Vessantara Jataka di hadapan saudara-saudaranya. Pada hari kedua, Sang Buddha memasuki kota dengan mengucapkan syair "Uttittthe Nappamajjeyya" (artinya seseorang harus sadar dan tidak seharusnya menjadi tidak waspada) Beliau menyebabkan ayah-Nya mencapai tingkat kesucian sotapatti.

Setiba di istana, Sang Buddha mengucapkan syair lainnya yang berawal "Dhammam Care Sucaritam" (artinya seseorang seharusnya mempraktekkan Dhamma) dan sang raja pun berhasil mencapai tingkat kesucian sakadagami.

Setelah bersantap makanan, lalu Sang Buddha menceritakan kisah tentang Candakinnari Jataka, berkenaan kisah kebajikan ibunya Rahula.

Pada hari ketida, diistana berlangsung upacara pernikahan Pangeran Nanda, yaitu sepupu Sang Buddha. Dan Sang Buddha pun pergi ke sana untuk menerima makanan (pindapatta) dan memberikan mangkok-Nya kepada pangeran Nanda. Dan kemudian Sang Buddha pergi meninggalkannya tanpa meminta kembali mangkok-Nya.

Pengantin Putri, Janapadakalyani, melihat Sang Pangeran pergi mengikuti Sang Buddha, sambil berlari dan berteriak pada sang pangeran untuk kembali. Ketika setibanya di Vihara, Sang Pangeran diterima dalam Sangha sebagai seorang bhikkhu.

Selama tinggal di Vihara yang didirikan oleh Anathapindika, Nanda merasa tidak senang, dan kecewa serta menemukan sedikit kesenangan dalam hidup sebagai Bhikkhu. Ia ingin kembali pada kehidupan berumah-tangga, karena ia terus ingat dengan kata-kata dari Putri Janapadakalyani memohonnya untuk kembali secepatnya. Hatinya pun menjadi sangat goyah.

mengetahui hal tersebut, Sang Buddha dengan kemampuan batin yang begitu luar biasa, memperlihatkan kepada Nanda beberapa dewi yang cantik dan jauh lebih cantik daripada putri Janapadakalyani.
Lalu Sang Buddha bertanya kepada Nanda, "Siapakah yang lebih cantik, putri Janapadakalyani atau para dewi yang berdiri di hadapanmu itu??"

"Tentu saja mereka jauh lebih cantik dibandingkan dengan putri Janapadakalyani" Jawab Nanda.

Lalu Sang Buddha berkata lagi kepada Nanda, "Apabila engkau tekun dalam mempraktekkan Dhamma, Aku berjanji untuk membantumu memiliki dewi-dewi itu."

Mendengar pertanyaan itu, Nanda tertarik dan sekali lagi berjanji akan mematuhi Sang Buddha

Bhikkhu-bhikkhu yang lain menertawakan Nanda, dan berkata bahwa ia seperti orang bayaran yang mempraktekkan Dhamma demi memperoleh wanita cantik.

Bhikkhu-bhikkhu yang lainnya, yang semula mengetahui bahwa Nanda tidak gembira menjalani hidup sebagai bhikkhu, kembali bertanya bagaimana ia bisa mengatasinya...?

Nanda Thera menjawab, bahwa sekarang ia tidak lagi terikat dengan kehidupan berumah-tangga. Mereka berfikir Nanda tidak berkata yang sebenarnya, karena itu mereka mencari keterangan prihal masalah itu kepada Sang Buddha dengan menyatakan keragu-raguan mereka.

Sang Buddha menjelaskan kepada mereka bahwa sebelumnya kenyataan alamiah Nanda, sama seperti atap rumah yang bocor, tetapi sekarang rumah itu telah dibangun dengan atap rumah yang baik.

Penjelasan itu diakhiri dengan syair 13 dan 14 berikut ini :

"yatha agaram ducchannam
vutthi samativijjhati
evam abhavitam cittam
rago samativijjhati.

Yatha agaram suchannam
cutthi na samativijjhati
evam subhavitam cittam
rago na samativijjhati

Bagaikan hujan,
yang dapat menembus rumah beratap tiris
demikian pula nafsu,
akan dapat menembus pikiran yang tidak dikembangkan dengan baik

bagaikan hujan,
yang tidak dapat menembus rumah beatap baik
demikian pula nafsu,
tidak dapat menembus pikiran yang telah dikembangkan dengan baik"

Sekian dulu artikel dari saya mengenai Sekilas Tentang Nanda Thera, dan semoga artikel ini bisa menjadi bahan pelajaran bagi kita semua, terima kasih

Namo Buddhaya...!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate