26 September 2015

Sekilas Sosok Seorang Wanita Visakha

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Sekilas Sosok Seorang Wanita Visakha

Sekilas Sosok Seorang Wanita Visakha - buddha.id, Visakha adalah seorang Putri yang sangat berbakti dan bermurah hati dari seorang jutawan. Ketika ia berumur 7 tahun, Sang Buddha mengunjungi tempat kelahiran Visakha. Ketika kakeknya mendengar adanya kunjungan dari Sang Buddha, ia menyuruh Visakha untuk keluar dan segera menyambut kedatangan Sang Buddha. Meskipun Visakha masih muda, tetapi ia taat pada agama dan etika.

Dengan demikian, ketika mendengar uraian Dhamma dari Sang Buddha, Visakha telah mencapai tingkat kesucian pertama.

Ketika Visakha berusia 15 tahun, beberapa dari orang brahmana yang melihatnya mempunyai pemikiran bahwa ia akan menjadi istri yang ideal bagi tuannya yang bernama Punnavaddhana, putra seorang jutawan yang bernama Migara.

Visakha mempunyai 5 macam kecantikan, yaitu : rambut yang indah, bentuk badan yang indah, struktur tulang yang bagus, kulit indah yang halus dan berwarna keemasan, serta sangat tampak muda.
Dengan demikian mereka membuat persiapan pernikahan Visakha dengan Punnavaddhana.

Pada hari pernikahannya, ayahnya yang bijaksana memberinya beberapa nasehat untuk Visakha, yaitu :

1. Seorang istri tidak boleh mencela suami dan mertuanya didepan orang lain.
2. Seorang istri tidak seharusnya mendengarkan cerita-cerita dan laporan-laporan dari rumah tangga orang lain.
3. Barang-barang boleh dipinjamkan kepada mereka yang mengembalikannya.
4. Barang-barang tidak boleh dipinjamkan kepada mereka yang tidak mengembalikannya.
5. Sanak famili yang miskin dan teman-teman yang miskin harus ditolong meskipun mereka tidak dapat membayar kembali.
6. Seorang istri harus duduk dengan anggun bila melihat mertua atau suaminya, ia harus menghormati mereka dengan berdiri dari duduknya.
7. Sebelum seorang istri makan, ia pertama-tama harus memastikan bahwa mertua dan suaminya telah dilayani. Ia juga harus memastikan bahwa pelayan-pelayannya telah diurus dengan baik.
8. Sebelum pergi tidur seorang istri harus memeriksa bahwa semua pintu telah ditutup, perabot rumah telah dirapihkan, pelayan-pelayan telah melaksanakan tugas-tugas mereka, dan mertua telah pergi tidur. Sebagai aturannya istri harus bangun pagi-pagi sekali dan jika tidak sakit ia tidak boleh tidur siang.
9. Mertua dan Suami harus diperlakukan dengan sangat hati-hati laksana api.
10. Mertua dan Suami harus dihormati seperti layaknya menghormati dewa.

Sejak Visakha berada di Savatthi, ia murah hati kepada semua orang di kota itu sehingga semua orang mencintainya. Suatu ketika ayah mertuanya sedang makan bubur manis dari mengkuk emas ketika seorang bhikkhu datang kerumah itu.

Visakha dengan sopan berkata kepada bhikkhi tersebut "Maafkan yang Mulia Bhante, ayah mertuaku sedang makan".

Sudah lama ayah mertua Visakha tidak senang kepadanya karena Visakha pengikut setia dari Sang Buddha, sedangkan dia tidak. Dia lalu mencari kesempatan untuk membubarkan perkawinan anaknya dengan Visakha. Karena salah paham terhadap kata-kata Visakha tersebut, dia mengira Visakha telah menghina keluarganya.

Dia memerintahkan Visakha untuk keluar dari rumah, tetapi Visakha mengingatkan dia akan permintaan ayahnya kepada 8 anggota keluarganya. Ayah Visakha mengatakan, "Jika terdapat kesalahan"

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate