29 Agustus 2015

Sekilas Mengenai Siddhārtha Gautama

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Sekilas Mengenai Siddhārtha Gautama

Sekilas Mengenai Siddhārtha Gautama- buddha.id, Buddha Gautama dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama. Ia adalah guru spiritual yang berasal dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha. Ia dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) pada masa sekarang. Siddhartha Gautama merupakan figur utama dalam Agama Buddha, keterangan akan kehidupanya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut Agama Buddha dirangkum setelah kematiannya.

Beliau dilahirkan pada tahun 563 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai. Oleh para pertapa dibawah pimpinan Asita Kaladewala, beliau diramalkan akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau seorang Buddha.

Ayahnya bernama Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya, sedangkan Ibunya bernama Ratu Mahā Māyā Dewi. Ibunda Pangeran Siddhārtha Gautama meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam/surga Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak meninggalnya Ratu Mahā Māyā Dewi, Pangeran Siddhartha dirawat oleh Ratu Mahā Pajāpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.

Didorong rasa iba dan sayang terhadap manusia yang masih banyak hidup didalam kegelapan maka Siddhārtha Gautama memutuskan untuk menyebarkan ajarannya yang dikenal dengan "Empat Kebenaran Utama". Kepada pengikut-pengikutnya Beliau mengatakan :

1. Hidup itu hakekatnya adalah penderitaan atau samsara
2. Penderitaan itu timbul disebabkan karena adanya hasrat untuk keinginan
3. Penderitaan itu bisa dihilangkan dengan cara menindas hasrat atau keinginan tersebut
4. Hasrat hidup itu bisa ditindas dengan delapan jalan yang disebut Astavidha.

Astavidha sendiri adalah :
  • Pandangan yang benar
  • Niat atau sikap yang benar
  • Berbicara atau berkata yang benar
  • Tingkah laku yang benar
  • Mata pencaharian yang benar
  • Usaha atau daya upaya yang benar
  • Perhatian yang benar
  • Semedhi yang benar
Siddhārtha Gautama juga melatih diri untuk melaksanakan amal kebajikan kepada semua makhluk dengan menghindarkan diri dari sepuluh tindakan yang diakibatkan oleh tubuh, upaya dan pikiran, yaitu :
Tubuh (kaya) : pembunuhan, pencurian, perbuatan jinah
Upaya (vak) : penipuan, pembicaraan fitnah, pengucapan kasar, percakapan tiada manfaat
Pikiran (citta) : kemelekatan, niat buruk dan kepercayaan yang salah.
Cinta kasih dan kasih sayang seorang Buddha adalah cinta kasih untuk kebahagiaan semua makhluk seperti orang tua mencintai anak-anaknya. Sebagai Buddha abadi, Beliau telah mengenal semua orang dan menggunakan berbagai cara untuk meringankan penderitaan semua makhluk. Siddhārtha Gautama mengajarkan agar setiap orang memelihara akar kebijaksanaan sesuai dengan watak, perbuatan, dan kepercayaan masing-masing. Ia tidak saja  mengajarkan melalui ucapan, akan tetapi juga melalui perbuatan.

Berikut adalah sedikit kalimat mutiara Siddhārtha Gautama yang ditulis pada salah satu karya sastra Dhammapada dalam Tipitaka :
  1. 'Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya'
  2. 'Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya'
  3. Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya." Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir'.
Sekian artikel mengenai Siddhārtha Gautama, semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua, terima kasih.

 Namo Buddhaya..!!


Update 29/09/2015 mencari mana yang benar untuk kelahiran Siddhartha Gautama


Sekilas Mengenai Siddhārtha Gautama


jika dari wikipedia.org 563 SM
Sekilas Mengenai Siddhārtha Gautama

jika dari web lain yang saya ambil 623 SM

Ada yang tau sebenarnya mana yang benar ??

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate