8 Agustus 2015

Legenda Dewa Penjaga Pintu Men Shen

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Dewa Penjga Pintu

Bagi umat buddha tentu sudah tidak asing dengan gambar Dewa penjaga pintu ini, kita sering melihat foto ini ketika menjelang hari raya imlek yang banyak tertempel di depan pintu-pintu rumah.Kejadian seperti ini sudah bukan hal yang baru, bahkan sudah melegenda dan mempunyai keterkaitan dengan peradaban China 5000 tahun lama nya.

Kebiasan menempel Men Shen ( Dewa Penjaga Pintu ) bermula sejak jaman Dinasti HAN ( 206 SM - 220 M ). Dewa penjaga pintu ada dua orang yang pertama Qing Shubao dan Yuchi Jingde. Kedua Dewa ini awalnya merupakan abdi dalem Kaisar Li Shimin pada jaman Dinasti Tang ( 618 N - 907 M )

Karena jasanya melindungi Kaisar Li Shimin dari gangguan arwah Dewa Naga dalam tidur nya, Qing Shubao dan Yuchi Jingde naik pangkat menjadi DEWA.

Konon, pada zaman Dinasti Tang, terdapat seorang peramal super. Selalu tepat dalam ramalannya—terutama dalam hal perikanan. Keahlian tersebut merisaukan Raja Naga yang menguasai sungai Jing.

Raja Naga sangat marah dan ingin sekali melenyapkannya. Namun, setelah mendapat nasihat, sang Raja Naga merubah keinginan awalnya. Dia hanya akan mempermalukan si Peramal dengan sebelumnya menyawar sebagai manusia biasa.

Raja Naga kemudian naik ke daratan. Menemui peramal untuk menanyakan kapan akan turun hujan. Peramal dengan mantap mengatakan bahwa di hari sekian dan di jam sekian akan turun hujan sebesar sekian.

Mendengarnya, Raja Naga cengingisan—karena menurunkan hujan merupakan wewenangnya (seperti tugas Malaikat Mika’il dalam Islam—menurunkan hujan).

Namun, saat Raja Naga kembali, utusan Kaisar Langit datang memberitahunya untuk menurunkan hujan sesuai ramalan sang Peramal. Perintah Kaisar Langit yang menjadi atasannya, tentu harus dia patuhi. Raja Naga kebingungan.

Tak mau kalah dengan sang Peramal, Raja Naga kemudian mengubah jam turun hujan beserta takaran hujan yang turun. Raja Naga merasa menang. Kemudian pergi menemui Peramal untuk memintanya mengakui kekalahannya.

Peramal sebenarnya sudah tahu kalau yang datang menanyainya perihal waktu turun hujan kapan hari, tidak lain dan tidak bukan adalah Raja Naga. Peramal kemudian memberitahukan Raja Naga bahwa kelancanganya mengubah permintaan Kaisar Langit, membuatnya harus menerima hukuman mati. Raja Naga sangat ketakutan.

Meminta sang Peramal untuk menyelamatkan nyawanya. Peramal menyuruhnya meminta bantuan Kaisai Li Shimin untuk menemani “Algojo” yang diperintah Kaisar Langit untuk membunuhnya.

Kaisar Li Shimin bersedia membantu Raja Naga. Menemani “Algojo” Kaisar Langit ngobrol sampai tertidur. Dengan begitu, “Algojo” tersebut tidak akan jadi membunuh Raja Naga. Sayang sekali, ketika Raja Naga juga tertidur, dalam tidurnya, roh “Algojo” tersebut menemui roh Raja Naga dan tetap membunuhnya.

Arwah Raja Naga sangat marah. Mengira Kaisar Li lalai akan tugasnya. Arwah Raja Naga kemudian membalas—terus mengganggu Kaisar Li saat dalam tidurnya.

Kaisar Li merasa tak aman. Tak bisa tidur nyenyak. Sangat terganggu ketakukan.

Dua abdi dalem Kaisar Li, Qing Shubao dan Yuchi Jingde, merasa kasihan akan penderitaan sang Kaisar. Mereka kemudian selalu bersedia saat dimintai sang Kaisar untuk menjaganya ketika tidur.

Kaisar sangat senang karena sudah dapat tertidur nyenyak kembali selama dijaga oleh dua abdi dalem itu. Kaisar sangat berterimakasih kepada mereka. Namun, Kaisar juga menyadari tidak mungkin terus-menerus meminta mereka menjaganya.

Kaisar tidak kekurangan akal. Dia kemudian mempunyai ide untuk menggambar kedua abdi dalem itu yang gambarnya akan dia tempelkan di depan pintu kamarnya. Ide ini berhasil. Kaisar tetap bisa tidur dengan tenang dengan penjagaan dua gambar abdi dalem itu.

Kebiasaan Kaisar ini, kemudian tersebar luas di kalangan rakyatnya. Rakyatnya mengabadikannya. Sampai sekarang. Dan, kedua abdi dalem itu, “naik pangkat” menjadi “Men Shen” seperti yang masyarakat China kenal sekarang.

Bagaimana sobat jangan lupa tinggalkan komentar kamu disini ..!!

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate