8 Agustus 2015

Klenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Klenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio

Tangerang - Klenteng Boen Tek Bio tentu sudah tidak asing buat kita yang berdomisi di kota Tangerang keberadaan nya cukup strategis di tengah pasar lama membuat klenteng ini tidak pernah sepi pengunjung.

Boen Tek Bio di kenal luas sebagai Klenteng tertua dari tiga klenteng yang ada di Tangerang. Klenteng ini di perkirakan berumur 3 Abad meski tidak ada yang tau kapan pasti dan tepat nya klenteng ini  berdiri.

Konon menurut komunitas TiongHoa di perkampungan Petak Sembilan diperkirakan klenteng ini berdiri secara bergotong royong pada sekitar tahun 1684 dalam bentuk yang masih sederhana. Kemudian pada tahun 1844 klenteng ini mengalami renovasi dengan mendatangkan ahli dari negeri Tiongkok.

Klenteng Boen Tek Bio, yang secara harafiah berarti tempat ibadah sastra kebajikan, merupakan kelenteng besar tua dan berpengaruh di Tangerang, bersama dengan Klenteng Boen Hay Bio (berdiri 1694) dan Kelenteng Boen San Bio (1689). Untuk masuk ke kelenteng Boen Tek Bio, kendaraan harus diparkir di tepi Jalan Ki Samaun, dan berjalan sejauh 100 meter ke kawasan pasar lama.

Altar berisi rupang Hok Tek Tjeng Sien (Dewa Bumi) di ruang utama Klenteng Boen Tek Bio. Dewa Bumi dipuja oleh para pedagang dan petani agar usaha dagang mendapat berkah dan maju, serta hasil panen berlimpah. Akan tetapi Dewa Bumi hanya memberi pertolongan kepada mereka yang senang melakukan kebaikan kepada sesama.

Di bagian depan terdapat rupang Bi Lek Hud, atau Mi Le Fo, yang dalam bahasa sanskerta disebut Maitreya atau “Yang Maha Pengasih dan Penolong”. Bi Lek Hud adalah salah satu dewa yang sangat dihormati. Umumnya orang memuja Bie Lek Hud untuk memperoleh kekayaan dan kebahagiaan.

Di atas altar Hok Tek Tjeng Sien Klenteng Boen Tek Bio terdapat ukiran kayu dan tulisan berhuruf Tionghoa. Pada langit-langit terdapat sebuah hiasan gantung bergambar naga yang indah, yang juga banyak saya temukan di klenteng lain.Ornamen kayu juga banyak menghias dinding klenteng ini.

Dan aja juga peninggalan benda antik yang merupakan aset klenteng yang tak terhingga nilai harga nya, semua benda tersebut di sumbangkan dari umay yang di masa lalu memperoleh pertolongan dari
YMS Kwan Im Hud Couw.

Refrensi : http://www.thearoengbinangproject.com/
Editor : Rico Ds

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate