22 Agustus 2015

Dewa Jodoh Yue Lao Dalam Kepercayaan Tiongkok

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Dewa Jodoh Yue Lao Dalam Kepercayaan Tiongkok

Kisah Dewa Jodoh Yue Lao ( 月老 ) - Mungkin sudah tidak asing buat sahabat Buddhis sekalian, Namun kalau boleh jujur saya sendiri mengetahui kisah Sang Dewa Jodoh ini melalui film Sungokong yang pernah tayang di Tv hehehe.

Sebenarnya bagaimana si kisah Dewa Jodoh Yue Lao ini ?

Dahulu kala konon dalam kepercayaan Tiongkok kuno, ada seorang Dewa yang bernama Yue Lao yang bertugas mengatur kisah cinta asmara umat manusia di bumi. Dalam adat pernikahan tradisional Tionghoa, pengantin perempuan dan mempelai laki-laki berjalan bersama-sama memegang panjang kain merah dengan pita di tengah. Hal ini dapat menjadi simbolisme perjodohan oleh dewa Yue Lao.

Yue Lao sendiri digambarkan seorang lelaki tua berwajah lembut dan berjenggot putih. Dalam tugasnya beliua sering turun ke bumi dan sangat suka sekali mengikat SIMPUL BENANG MERAH diantara dua kaki anak manusia pria dan wanita.

Ada sebuah kisah nyata yang menarik dan membuktikan kalau Dewa Jodoh Yue Lao memang benar-benar ada yaitu:

Seorang pria berusia 35 tahun yang sifatnya suka usil dan menggoda gadis kecil berusia 5 tahunan dengan melempar sebuah batu kerikil yang membuat gadis tersebut menangis. Melihat kejadian tersebut Yue Lao menegur pria tadi dengan mengatakan " Kenapa kamu tega menyakiti calon sang istri " , karena salah satu kakinya telah terikat oleh benang merah dengan salah satu kaki si gadis kecil.

Mendengar hal ini pemuda itu tertawa dan merasa lucu lalu berkata " Hai pak tua berjenggot putih omongan anda sungguh ngawur, mana mungkin anak kecil itu jodohku ? dia hanya anak kecil dan tidak memiliki hubungan apapun denganku SERU si pemuda tadi..!!

Suatu hari si pemuda mengumumkan akan menikah dengan seorang gadis cantik nan jelita, Betapa heran dan terkejut nya si laki-laki melihat sang istri ada bekas luka di dahi nya. Dia bertanya kepada sang istri siapa orang yang melakukan ini padamu dinda ?

Sang istri menjawab kakanda sayang, belasanan tahun lalu waktu aku masih kanak-kanak ada seorang pemuda brengsek suka usil yang melempariku dengan batu kerikil sehingga dahiku terluka dan membekas seperti ini. Sang suami terkaget dan mengingat apa yang dilakukan nya waktu itu dan baru percaya omongan kake tua berjenggot tersebut.

dari isi cerita diatas kita dapat mengambil sisi baik nya yaitu : Jangan berfikir dan mengatakan dia bukan jodohku sebab apapun bisa terjadi di dunia yang penuh keajaiban ini.

Salam Buddha.id

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate