19 September 2016

Dalam Nya Hukum Karma Bila di Resapi

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Dalam Nya Hukum Karma Bila di Resapi

Dalam Nya Hukum Karma Bila di Resapi - Buddha.id, dalam kehidupan sehari tentunya kita sering mendengar kata karma penggunakan kata karma ini jika kita lihat bukan hanya digunakan oleh umat buddha saja namun terkadang agama lain pun menggunakan kata tersebut untuk menggambarkan hal-hal yang tidak baik (perbuatan).

Padahal jika kita resapi karma bukan hanya karma buruk saja tetapi ada juga karma baik. Konsep karma juga identik sebagai penyebab kejadian. Kita selalu berfikir setiap tertimpah kejadian buruk disebabkan oleh karma padahal bukan seperti itu juga masih banyak faktor-faktor lain nya.

Lalu apa sesungguh nya karma itu ?

Karma adalah suatu niat untuk melakukan perbuatan, niat itulah yang disebut dengan karma. Perbuatan yang dilakukan dengan pikiran disebut karma melalui pikiran; perbuatan yang dilakukan dengan ucapan disebut karma melalui ucapan; dan perbuatan yang dilakukan dengan badan disebut karma melalui badan. Dengan demikian karma bisa berupa karma baik dan karma buruk.

Jadi apakah yang disebut hukum karma ?

Hukum karma sebenarnya merupakan hukum sebab akibat yang berlaku untuk siapa saja dan dalam "Samyutta Nikaya" di nyatakan :

Sesuai dengan benih yang ia tabur, demikian pulahlah buah yang dituai. Mereka yang menanam kebajikan akan tumbuh kebahagian begitu sebaliknya. Sebagai contoh hukum sebab akibat dapat kamu baca DISINI

Namun kalau dilihat realita dalam kehidupan sangat berbanding terbalik, Pernyataan Dhammapada tampak bertolak belakang dengan fenomena yang ada. Kita sering menemukan orang yang banyak sekali berbuat kebajikan namun masih mengalami penderitaan dan sebaliknya mengapa demikian ? apa pandangan hukum karma keliru ?? 

Jawaban nya ada dibawah ini !!!

Menurut waktunya, karma dapat kita bedakan menjadi 4 (empat) kelompok, sebagai berikut:

a). Karma yang langsung berbuah
Misalnya kita mencuri helm milik orang lain, karena helm kita dicuri seseorang. Supaya tidak ketahuan, kita mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi walaupun lampu lalu lintas berwarna merah. Akhirnya kita ditangkap polisi. Terpaksa kita harus membayar tilang Rp 15.000,- (padahal harga sebuah helm hanya Rp 10.000,-). Ini adalah karma yang langsung berbuah.

b). Karma yang berbuah agak lama tetapi masih dalam satu kehidupan.Misalnya orang yang melakukan meditasi hingga tingkat jhana yang tinggi sekali, setelah meninggal langsung terlahir di alam brahma.

c). Karma yang berbuah pada kehidupan-kehidupan yang berikutnya. Misalnya orang yang sering mendengarkan Dhamma pasti akan terlahir di alam sorga dalam kehidupan-kehidupan yang berikutnya. Mengapa demikian? Dengan mendengarkan Dhamma berarti kita melatih dana perhatian. Pikiran, ucapan dan perbuatan kita terjaga dengan baik pada saat itu. Kita bisa mengerti dan melaksanakan Dhamma. Bahkan hal ini amat sesuai dengan salah satu sutta Sang Buddha, bahwa mendengarkan Dhamma pada saat yang tepat adalah berkah utama.

d). Karma yang tidak sempat berbuah karena kehabisan waktu atau kehilangan kesempatan untuk berbuah. Sering ada orang yang mengatakan bahwa tercapainya Nibbana apabila karma baik dan buruk telah habis. Padahal karma itu tidak mungkin habis karena jumlahnya tidak terbatas. Tetapi karma bisa dipotong! Kita bisa merasakan karma apabila kita mempunyai badan dan batin, artinya kita dilahirkan. Kalau kita tidak dilahirkan kembali, kesempatan untuk merasakan karma baik dan buruk menjadi tidak ada. Akhirnya ada karma yang tidak sempat berbuah.

Contoh Lain : Mengapa Saya Miskin, Mengapa Saya Jelek, Mengapa Saya Selalu Tidak Beruntung ? Ini Dia Penyebabnya

Sangat jelas sekali bukan, dari kejadian diatas kenapa orang yang terus berbuat baik masih menderita kalian bisa melihat dan mengkategoriakan nya. Artikel ini di edit kembali oleh Buddha.id dan diambil dari http://allabout-buddhist.blogspot.com/.

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate