12 Agustus 2015

Ajaran Welas Asih Avalokitesvara Bodhisattva Kwan Im Po Sat

Headline News : - Jadwal Perayaan KATHINA 2560 TB Tahun 2016 - Selengkapnya
Ajaran Welas Asih Avalokitesvara Bodhisattva Kwan Im Po Sat

Ajaran Welas Asih Avalokitesvara Bodhisattva Kwan Im Po Sat
- Tentu sahabat pernah mendengar nya, jika kita pergi ke klenteng - klenteng kita akan menemui buku yang bertuliskan ajaran welas asih Avalokitesvara.

Kwan Im pertama diperkenalkan ke Cina pada abad pertama SM, bersamaan dengan masuknya agama Buddha. Pada abad ke-7, Kwan Im mulai dikenal di Korea dan Jepang karena pengaruh Dinasti Tang. Pada masa yang sama, Tibet juga mulai mengenal Kwan Im dan menyebutnya dengan nama Chenrezig.

Dalai Lama sering dianggap sebagai reinkarnasi dari Kwan Im di dunia. Jauh sebelum masuknya agama Buddha, menjelang akhir Dinasti Han, Kwan Im Pho Sat telah dikenal di Tiongkok purba dengan sebutan Pek Ie Tai Su yaitu Dewi Welas Asih Berbaju Putih.

Kwan Im (Hanzi:::;Pinyin: Guan Yin) sendiri adalah dialek Hokkian yang dipergunakan mayoritas komunitas Cina di Indonesia. Nama lengkap dari Kwan Im adalahKwan She Im Phosat (Hanzi::::, pinyin: Guan Shi Yin Pu Sa) yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sanskrit,Avalokitesvara.

Dan berikut ini Ajaran Welas Asih Avalokitesvara Bodhisattva Kwan Im Po Sat :
1. Jika orang bikin kita susah anggaplah tumpukan rejeki
2. Mulai hari ini, belajarlah untuk menyenangkan hati orang lain
3. Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia
4. Lari dan berlarilah yang cepat untuk mengejar hari esok
5.  Setiap hari kamu harus merasa puas dengan apa yang kamu miliki
6. Setiap kali kalau ada orang memberikamu satu, kamu harus mengembalikan sepuluh kali lipat
 7. Nilailah kebaikan orang lain terhadap kamu, tetapi hapuslah semua jasa yang pernah kamu berikan kepada orang lain
8. Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahakan dan di hukum, maka kamu akan mendapatkan pahala
9. Dalam keadaan salah kamu di puji dan dibenarkan, itu merupakan hukuman
10. Orang yang benar kita bela, tetapi yang salah kita beri nasehat
11. Jika perbuatan kamu benar, kamu difitnah dan dipersalahakan, tetapi kamu menerima nya. Maka akan datang rejeki yang datang kepadamu yang berlimpah ruah, melihat diri sendiri itulah kebenaran
12. Jangan selalu melihat kesalahan / mengecam orang lain tetapi selalu melihat diri sendiri, itulah kebenaran 
13. Orang yang baik diajak bergaul, tetapi orang yang jahat dikasihani
14.Kalau wajah kamu senyum, hati kamu senang, pasti kamu akan aku terima
15. Dua orang saling mengakui kesalahan masing-masing, maka dua orang tersebut akan bersahabat sepanjang masa
16. Saling salah menyalahakan, maka akan mengakibatkan putus hubungan
17. Kalu kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam keadaan susah, maka jangan sampai diketahui bahwa kamu penolong nya
18. Jangan membicarakan sedikitpun kejelekan orang dibelakangnya, sebab kamu akan dinilai jelek oleh si pendengar
19. Kalu kamu mengetahui orang itu berbuat salah, maka tegurlah langsung dengan kata-kata yang lembut hingga orang itu menjadi insap
20. Doa sembah sujudmu aku terima, apabila kamu bisa sadar dan menuruti jalanku
Nah itulah Ajara welas asih yang mesti kita terapkan dalam kehidupan ini, semoga artikel bermanfaat dan jika ada yang salah mohon koreksinya terima kasih.

Buddha.id : Semoga kegiatan cetak buku paritta jilid 4 ini berjalan dengan lancar, bagi yang ingin ikut berpartisipasi bisa lihat Disini . Anumodana _/|\_ Found an article helpful? Donate